Waspadai Tawaran Investasi Bodong - Medan, Sumatera Utara

NERACA

Medan -Otoritas Jasa Keuangan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena tawaran investasi bodong atau tidak sah dan sejenisnya tren meningkat di awal tahun ini."Meningkatnya tawaran investasi yang tidak sah itu ditandai dengan banyaknya informasi laporan dan pengaduan nasabah ke OJK di awal tahun ini," kata Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S Soetiono di Medan, Sumatera Utara, Selasa (17/3).

Dia mengatakan itu usai pembukaan Workshop Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan yang diikuti eksekutif perbankan, asuransi, perusahaan pembiayaan, sekuritas, pengelola dana pensiun dan perusahaan penjaminan.Secara nasional, kata dia, OJK menerima 308 pengaduan dari total di 2014 yang sebanyak 2.197 laporan.

Peningkatan tawaran investasi yang tidak sah itu, kata Kusumaningtuti, diduga sebagai dampak meningkatknya taraf kehidupan atau perekonomian masyarakat di tengah kurangnya pemahaman atau pengenalan tentang produk investasi."Data yang diperoleh menunjukkan banyak warga yang semakin kaya sehingga beralih dari hanya sekadar menabung ke produk investasi dan itu dimanfatkan perusahaan atau kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan dengan menawarkan investasi yang tidak sah atau bodong itu," katanya.

Kusumaningtuti menyebutkan beberapa ciri tawaran investasi yang perlu diwaspadai atau dicurigai antara lain dengan menawarkan keuntungan atau bunga simpanan cukup besar atau menggiurkan seperti 22% - 27% per bulan."Tawaran yang menggiurkan di tengah minimnya pengetahuan masyarakat tentang produk investasi itu-lah yang menimbulkan banyak masalah termasuk tertipunya nasabah," katanya.

Untuk membantu menekan tertipunya masyarakat, maka OJK terus melakukan edukasi ke tengah masyarakat termasuk hingga ke sekolah.OJK juga melakukan edukasi kepada perusahaan perbankan, asuransi dan lembaga keuangan lainnya untuk bisa menjalankan usaha secara lebih baik dan termasuk bisa menekan permasalahan nasabahnya.Dalam menjalankan pengawasan, OJK juga bekerja sama dengan pihak kepolisian. [ardi]

BERITA TERKAIT

Jejaring Sumatera Terang Dukung KPK Ungkap Korupsi Energi

Jejaring Sumatera Terang Dukung KPK Ungkap Korupsi Energi NERACA Jakarta - Para aktivis lingkungan yang bergabung dalam Jejaring Sumatera Terang…

Harga Sawit di Sumatera Selatan Jatuh

Harga Sawit di Sumatera Selatan Jatuh NERACA Palembang - Harga komoditas ekspor tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat…

BTN Optimis Bisa Dongkrak Fee Base Income - Akusisi Manajer Investasi

NERACA Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) optimis dengan mengambil alih anak usaha perusahaan manajemen investasi bakal…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Gelombang Penolakan Akuisisi Pertagas oleh PGN

      NERACA   Jakarta - Gelombang penolakan terhadap keputusan pemerintah untuk mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh PT…

Teknologi Samsung untuk Penggemar Olahraga

  NERACA Jakarta – Masyarakat mulai mengganderungi olahraga. Berbagai macam jenis olahraga pun dilakoni asalkan mengeluarkan keringat. Hadirnya teknologi turut…

Aver Tawarkan Kemudahan Kolaborasi Di Era Digital

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan pesat dari industri digital di Indonesia telah mendorong munculnya tren Virtual Office,…