WIKA Beton Raup Laba Rp 328,51 Miliar

NERACA

Jakarta –Menyusul keberhasilan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebagai induk usaha yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih, di ikuti PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) yang berhasil membukukan laba sepanjang tahun 2014 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp328,51 miliar, tumbuh 35,26% dibanding tahun sebelumnya senilai Rp242,87 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (10/3).

Adapun laba bersih per saham meningkat menjadi Rp40,20 dibanding tahun sebelumnya senilai Rp29,72/lembar. Dijelaskan, naiknya laba tersebut didukung melonjakanya pendapatan sebesar 24,24% menjadi Rp3,28 triliun dibanding 2013 senilai Rp2,64 triliun. Kendati demikian, naiknya pendapatan seiring dengan bertambahnya beban pokok penjualan menjadi Rp2,79 triliun dari Rp2,25 triliun.

Selain itu, jumlah beban usaha juga naik menjadi Rp78,19 miliar dari Rp51,77 miliar. Beban usaha dikontribusi dari naiknya beban umum dan administrasi menjadi Rp71,59 miliar dari Rp47,90 miliar dan beban pengembangan menjadi Rp4,74 miliar dari Rp1,98 miliar.

Sedangkan beban pemasaran berhasil dikurangi sedikit dari Rp1,89 miliar menjadi Rp1,86 miliar. Akibatnya, laba usaha tercatat meningkat menjadi Rp408,90 miliar dari Rp336,20 miliar. Sementara pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp2,62 miliar dibanding tahun sebelumnya rugi Rp7,68 miliar.

Pendapatan lain-lain tersebut disumbang dari pendapatan bunga sebesar Rp6,03 miliar dari tahun sebelumnya mencatat beban Rp3,62 miliar, pendapatan lain-lain juga bertambah menjadi Rp3,79 miliar dari Rp2,42 miliar. Selain itu, beban selisih kurs juga berhasil dikurangi sedikit menjadi Rp5,09 miliar dari Rp5,36 miliar, namun beban penurunan nilai piutang meningkat menjadi Rp2,11 miliar dari Rp1,12 miliar.

Jumlah aset perusahaan pada tahun lalu tercatat sebesar Rp3,80 triliun, dengan total utang Rp1,58 triliun. Sementara pada 2013, jumlah aset perusahaan sebesar Rp2,92 triliun, dengan total utang Rp2,19 triliun. Tahun ini, WIKA Beton membidik penjualan sebesar Rp4 triliun atau meningkat 27,8% dibandingkan target akhir tahun lalu Rp3,13 triliun.

Direktur Keuangan Wika Beton Entus Asnawi pernah bilang, target penjualan perseroan pada tahun ini didukung dengan meningkatkan kapasitas produksi beton pracetak (precast) menjadi 2,3 juta ton per tahun atau bertambah 100 ribu ton dari sebelumnya 2,2 juta ton per tahun,”Selain itu, pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur pada 2015. Hal ini sejalan dengan lini usaha kami, yaitu pembangunan tiang pancang," kata Entus.

Sementara itu, untuk menggenjot kapasitas produksi, perseroan telah mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp550 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk maintenance pabrik dan modernisasi mesin di beberapa pabrik."Sumber pendanaan capex tahun ini seluruhnya berasal dari dana hasil IPO. Dari capex akan kami gunakan sebagai pengembangan pabrik di Lampung, Cigedug (Garut), dan Sulawesi Selatan," paparnya.

Kemudian, kata Entus Asnawi, tahun ini perseroan akan menunda pembangunan pabrik baru beton pracetak (precast), yang berlokasi di wilayah Balikpapan, Kalimantan Timur,”Untuk pabrik di Balikpapan saat ini masih dalam proses perizinan, untuk meng-cover di wilayah Balikpapan kami mendatangkan beton dari Sumatera, Kalimantan Selatan dan dari akuisisi CLT di Batam,”ungkap Entus. (bani)

BERITA TERKAIT

MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar - Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

KINO Sisakan Dana IPO Rp 236,9 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) masih memiliki dana sebesar Rp236,9 miliar yang berasal dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada…

Darmin Serius Antisipasi Ancaman AS - POTENSI KEHILANGAN DEVISA EKSPOR US$1,8 MILIAR

Jakarta-Menko Perekonomian Darmin Nasution mengundang sejumlah menteri untuk membahas antisipasi evaluasi Amerika Serikat terhadap generalized system of preferences (GSP) Indonesia.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rencana Perubahan Lot Saham - APEI: Perlu Ada Kesiapan Anggota Bursa

NERACA Jakarta – Rencana direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi bersama tim menurunkan jumlah satu lot jadi…

Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir - MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

Kembangkan Ekspansi Bisnis - NFC Indonesia Buka Peluang Untuk Akuisisi

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, harga saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) langsung dibuka menguat 49,73% pada…