D.I Yogyakarta - PNM Terus Perkuat Pengembangan UMKM

NERACA

Yogyakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terus meningkatkan kompetensi pelaku usaha mikro kecil (UMK) yang memiliki keunggulan serta potensial wilayah sekitar. Ini disebabkan pertumbuhan sektor UMK sangat terkait dengan pengembangan potensi sumber daya lokal.

Salah satu misalnya melalui cabang Yogyakarta. Melalui BUMN Marketeers Club, wadah bagi perusahaan negara baik itu BUMN maupun BUMD untuk saling bertemu dan mengangkat tema-tema sosial bagi perkembangan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Pada acara yang dilaksanakan hari ini, PNM bertindak sebagai penyelenggara acara mengangkat tema “Sinergi dengan BUMN dalam Rangka Pemberdayaan UMK dalam Rangka Peningkatan Produktifitas UMK”.

BUMN Marketeers Club Yogyakarta sendiri sudah berdiri sejak tahun 2011 yang hingga saat ini beranggotakan 28 BUMN maupun BUMD setempat. Pertemuan hari ini diadakan di Indische Koffie yang terletak di terletak di dalam Kompleks Benteng Vredeburg.“Pertemuan ini merupakan pertemuan yang ke-18 sejak pertama kali dibentuk. Apresiasi dan semangat untuk bahu membahu membangun masyarakat setempat melalui pengembangan UMK yang ingin kami bagikan kepada sesama lembaga negara kali ini.” ujar Pemimpin PNM Cabang Yogyakarta, Dhandi Iswandi, di Yogyakarta, Kamis (5/3).

Dengan adanya gathering ini diharapkan kerinduan dan kebersamaan dari BUMN dan BUMD yang ada di wilayah Yogyakarta untuk bersama-sama mengembangkan potensi kekayaan alam dan sumber daya daerah dapat terwujud.“Bagi PNM, ini merupakan salah satu komitmen PNM untuk melaksanakan tangung jawab sosial dengan melakukan pembinaan dan pendampingan secara terpadu, terarah dan berkelanjutan disamping untuk tetap menjaga hubungan baik antar lembaga pemerintahan,” kata Dhandi. Jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, cita-cita bersama untuk memajukan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di Yogyakarta yang juga sangat ditopang oleh keindahan sektor pariwisata akan menjadikan suatu sinergi luar biasa bagi pelaku UMK setempat.

Sementara itu, Executive Vice President I PNM Arief Mulyadi mengatakan, pemberdayaan UMK tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah melainkan harus ada sinergi yang kuat dan kerja sama lintas sektoral dengan seluruh pihak yang terkait. Peningkatan produktivitas dan daya saing UMK menuju pasar regional hingga internasional menjadi cita-cita yang PNM ingin capai bersama-sama. Hal ini selaras dengan cita-cita luhur bangsa untuk memajukan kesejahteraan umum.

“Negeri kita masih menyimpan banyak sekali sumber daya yang hingga kini belum termanfaatkan secara optimal. Dibutuhkan sinergi antar lembaga untuk mendukung tumbuhnya lapisan usaha mikro dan kecil yang kuat di Indonesia. Melalui forum seperti ini tiap-tiap lembaga pemerintahan akan mencapai satu tujuan yang sama bagi pengembangan UMKM setempat,” jelasnya.

Arief pun berharap aktivitas pembiayaan dan pembinaan oleh PNM dapat membuat pelaku UMKM di kota Yogyakarta dan sekitarnya bisa lebih maju dan berkembang, sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengembangkan ekonomi lokal.

Sebagai informasi tambahan dari PNM cabang Yogyakarta membagi wilayah operasional ke dalam lima klaster atau wilayah, Prembun, Yogyakarta 1, Purbalingga, Cilacap, dan Wangon. Dengan 29 kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) cabang Yogyakarta termasuk salah satu cabang terbesar yang ada di pulau Jawa. [mohar]

Related posts