Kemenperin Bakal Terapkan Standar Industri Hijau Untuk 4 Komoditi - Tahun Ini

NERACA

Jakarta- Pemerintah melalui kementerian perindustrian (Kemenperin)menargetkan bakalmenerapkan 4 standar industri hijau tahun iniuntuk komoditi Bilet dan Bloom Baja Tuang Kontiyu, Semen Portland, Pulp dan Pulp Kertas Terintegrasi, dan Ubin Keramik.

Sekertaris JenderalKemenperin selaku Plt. Kepala Badan Pengkajian Iklim Mutu Industri (BPKIMI) Ansari Bukhari, mengatakan bahwa tahun ini standar tersebut akan disahkan oleh Menteri Perindustria melalui Peraturan Mentri (Permen). Standar industri hijau adalah standar yag diberlakukan terkait dengan bahan baku, bahan penolong, energi, proses produksi, produk, menejemen pengusahaan, pengolahaan limbah atau aspek lain yang dibakukan dan disusun secara konsensus oleh semua pihak yang terkait untuk mewujudkan industri hijau. Standar ini dirumuskan menurut klasifikasi bahan baku lapangan usaha indonesia (KBLI).

"Pada tahap awal, standar ini diberlakukan sukarela. Untuk itu pemrintah akan memfasilitasi perusahaan unttuk memenuhi standar industri hijau melalui pemberian insentif non fiskal yakni penguatan kapasitas kelembagaan dan fasilitasi dalam kegiatan promosi," kata Ansarisaat menghadiri acara Launching Penghargaan Industri Hijau Tahun 2015 dan Sosialisasi Pedoman Penilaian Penghargaan Industri Hijau, di Jakarta, Rabu (25/2).

Industri hijau, menurut Anshari mempunyai peranan penting dalam transformasi dari skema businis as usual menuju industry hijau. Terlebih lagi dalam Undang – Undang (UU) No. 3 Tahun 2014 tentang perindustrian dapat memberikan paying hukum untuk mengembangkan industry nasional menuju industry hijau dalam proses produksi dengan menekankan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. “Industri hijau punya peranan penting dalam bisnis disamping itu juga dampak lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.

Kesadaran Industri Meningkat

Menurutnya kesadaran industri terhadap industri hijau setiap tahunnya kian meningkat terlihat dari banyaknya industri yang menerima penghargaan dimana pada tahun2013 lalu penghargaanhanyadiberakan kepada74 perusahaandantahun 2014, penghargaan indusri hijaumeningkatdiberikan kepada 101 perusahaan, atau naik 36,5%.

"Untuk tahun ini diharapkan akan lebih banyak lagi perusahaan yang mengikuti program penghargaan industri hijau. Saya juga yakin bahwa sebetulnya sudah banyak perusahaan industri yang sudah menerapkan prinsip industri hijau,"ucapnya.

Menurutnya, tambah dia penghargaan itu diberikan kepada industri yang telah menerapkan prinsip-prinsip industri hijau dalam proses produksi. Meskipun sistemnya sukarela, tapi kegiatan ini terus meningkat setiap tahunnya“Harapannya pada tahun 2015 akan lebih banyak lagi perusahaan industri yang mengikuti program penghargaan industri hijau, karena memang sebetulnya sudah banyak perusahaan industri yang sudah menerapkan prinsip industri hijau,’’terangnya.

Penghrgaan industri hijau merupakan langkah persiapan bagi pelaku industri untuk penerapan standar industri hijau. Sementara itu, standar industi hijau adalah standar industri yang terkait dengan bahan baku, bahan penolong, energi, proses produksi, produk, manajemen pengusahaan, pengolaan limbah atau aspek lain yang dibakukan dan disusun secara konsensus oleh semua pihak yang terkait yang bertujuan untuk mewujudkan industri hijau.

Dia menambahkan, penghargaan industri hijau ini diharapkan dapat meningkatkan perannya dalam mendorong industri nasional yang kompetitif dan meningkatkan konstribusi hijau terhadap PDB nasional.

Sebelumnya, Sofjan Wanandi mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)mengatakan, memintaagar pemerintah segera memberikan insentif, misalnya insentif pajak kepada industri hijau yang ramah lingkungan. "Industri kecil dan menengah juga harus mendapat sosialisasi tentang dampak emisi karena teknologi mereka belum memadai," ujarnya.

Jika insentif ini tidak diberikan, ia menilai mustahil emisi karbon yang berlebihan dari industri dapat dikurangi. Sebab, teknologi hijau yang ramah lingkungan cukup mahal.

Sedangkan menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan , Siti Nurbaya berjanji akan memberikan insentif bagi perusahaan yang menerapkan industri hijau. Namun begitu skema apa yang akan diberikanmasih dalam proses. “Kami akan kaji hal itu, sejauh ini memang belum,” katanya

BERITA TERKAIT

Kemenperin Ukur Ratusan Industri untuk Siap Masuki Era 4.0

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0. Berdasarkan peta jalan Making…

KPK Usulkan Rp20 Triliun untuk Pembiayaan Parpol

KPK Usulkan Rp20 Triliun untuk Pembiayaan Parpol NERACA Jakarta - KPK mengusulkan Rp20 triliun dari APBN digunakan untuk membiayai kegiatan…

Pemprov Jabar Alokasikan Hibah untuk BPSK Rp7,25 Miliar

Pemprov Jabar Alokasikan Hibah untuk BPSK Rp7,25 Miliar NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Perindustrian…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Kemenperin Ukur Ratusan Industri untuk Siap Masuki Era 4.0

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0. Berdasarkan peta jalan Making…

Dunia Usaha Dimintai Dukungan Hadapi Diskriminasi Sawit UE

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia menggandeng dunia usaha asal Uni Eropa untuk ikut membantu proses negosiasi dan diplomasi kepada UE…

Dunia Usaha - Perang Dagang AS-China Disebut Beri Peluang Bagi Manufaktur RI

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian tengah fokus menggenjot investasi di lima sektor yang menjadi prioritas dalam Making Indonesia 4.0, yaitu…