Kinerja Karyawan dan Persaingan Bisnis MEA - Oleh: Jontro Simanjuntak, SPt,SE,MM, Dosen Program Studi Manajemen FE Universitas Putera Batam, Kandidat Doktor Ilmu Ekonomi

Tujuan yang ingin dicapai MEA adalah adanya aliran bebas barang, jasa, dan tenaga kerja terlatih, serta aliran investasi yang lebih bebas. Dalam penerapannya pada 2015, MEA akan menerapkan 12 sektor prioritas yang disebut free flow of skilled labor (arus bebas tenaga kerja terampil) untuk perawatan kesehatan (health care), turisme (tourism), jasa logistik (logistic services), e-ASEAN, jasa angkutan udara (air travel transport), produk berbasis agro (agrobased products), barang-barang elektronik (electronics), perikanan (fisheries), produk berbasis karet (rubber based products), tekstil dan pakaian (textiles and apparels), otomotif (automotive), dan produk berbasis kayu (wood based products).

Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki posisi strategis terdekat dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Kepri terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002 merupakan Provinsi ke-32 di Indonesia yang mencakup Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga. Penduduknya berdasarkan pendidikan yang didapat dari data dikti bahwa Lulusan Magister sebanyak 407 orang, lulusan sarjana hanya 23.765 orang, D3 berjumlah 3.453 orang, dan D4 sebanyak 257 orang dari jumlah penduduknya 1.861.373,00 orang jadi hanya sekitar 1,5 % penduduk yang lulusan sarjana. Ini berarti sumber daya manusia yang ada memiliki kualiatas yang rendah sangat jauh dari Singapura yang miliki jumlah penduduk sedikit juga.

Berdasarkan data dari Bank Dunia bahwa Singapura dan Malaysia adalah tempat yang baik untuk melakukan bisnis diurut satu dan enam dibandingkan dengan Indonesia diurutan 120. Jika dilihat dari pendapatan perkapitanya Indonesia hanya memiliki pendapatan perkapita 3660 US$ sangat jauh dari Singapura 49.936 US$ dan Malaysia 10.578 US$. Jika kita membandingkan berdasarkan infrastruktur Indonesia berurutan 92, sedangkan Singapura diurut 2, dan Malaysa diurut 29. Ini berarti kita harus benar-benar siap menghadapi masyarakat ekonomi asean 2015 dalam kondisi apa pun yang kita memiliki siap bersaing dengan negara tetangga kita.

Perlu dipahami bahwa persaingan dalam MEA 2015 tidak sekadar sebuah negara mampu untuk menghasilkan produk yang memiliki kualitas dengan standar internasional, tetapi juga mampu memproduksi tenaga kerja yang kompeten di kancah regional dan global. Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbesar di Asia Tenggara, mampu menghasilkan tenaga kerja dalam kuantitas yang besar (Disnaker,2015).

Perusahaan-perusahaan kita harus siap bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing yang dari Negara Asean. Perusahaan kita harus mempertahankan pasar domestiknya dari para pesaing asing dan memperluas ruang lingkupnya agar dapat mencakup pasar global. Untuk meningkatkan daya saing tersebut maka perlu dilakukan bagaimana untuk meningkatkan kualitas karyawan, salah satunya adalah dengan mengadakan pelatihan untuk karyawan.

Pelatihan (training) mengacu pada upaya yang direncanakan oleh suatu perusahaan untuk mempermudah pembelajaran para karyawan tentang kompetensi-kompetensi yang berkaiatan dengan pekerjaan. Kompetensi-kompetensi tersebut meliputi pengetahuan, keterampilan, atau perilaku yang sangat penting untuk keberhasilan kinerja pekerjaan. Sasaran pelatihan bagi para karyawan adalah menguasai pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang ditekankan pada program-program pelatihan serta menerapkannya ke dalam aktivitas-aktivitas sehari-hari. Program pelatihan juga berkaitan dengan pekerjaan total yang diharapkan organisasi untuk ditampilkan oleh individu, karena berhubungan dengan kinerja yang sering dinilai secara kuantitatif.

Individu memberikan beragam kontribusi kepada perusahaan seperti usaha, keterampilan, kemampuan, waktu, dan loyalitas sehingga perlu dilakukan pelatihan agar kontribusi tersebut dapat lebih bermanfaat dan meningkat kinerja perusahaan. Pelatihan yang dilaksanakan dapat mengurangi akan kesalahan pekerjaan yang dilakukan karyawan dan menguasai pekerjaannya sehari-hari demi peningkatkan kinerja perusahaan.

Dalam menghadapi persaingan bisnis masyarakat ekonomi asean perlu sebuah perusahan mengambil sikap bagaimana cara meningkatkan kinerja karyawannya untuk menghasilkan operasional perusahaan yang efisien dan efektif. Dalam globalisasi akan muncul perusahaan raksasa atau perusahaan yang siap bersaingan di pasar.

Memilih metode pelatihan yang tepat dapat mengurangi biaya yang sia-sia, memang teori mengatakan sejumlah metode yang berbeda-beda dapat membantu para karyawan dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang baru. Kuantitas sumber daya manusia kurang penting kontribusi dibandingkan dengan kualitas, kualitas menyangkut kemampuan fisik dan non fisik. Ini berarti didalam suatu perusahaan yang diperlukan adalah kualitas karyawan tersebut ditingkatkan dalam mencapai tujuan perusahaan mendapatkan laba. Jumlah karyawan terlalu besar tampa adanya kualiatas karyawan tersebut akan menimbulkan biaya yang besar tetapi kinerja perusahaan tidak meningkat. Apalagi di era globalisasi asean perusahaan harus efisien dan efektif dalam menghadapi persaingan yang semakin tinggi. Perusahaan harus mengeluarkan biaya dengan efisien agar harga barang/jasa produksi yang dihasilkan dipasaran harga bersaing.

Perusahaan-perusahaan menggunakan metode pelatihan berbeda-beda tergantung kebutuhan dan biaya yang akan dikeluarkan. Metode pelatihan yang tepat akan mendorong perusahaan menjadi siap bersaingan menghadapi Masyarakay Ekonomi Asean (MEA) karena pesaingan yang ada adalah perusahaan yang sudah memiliki pengalaman di Negara tersebut. Sumber daya manusia yang kita memiliki haruslah siap menghadapi perubahan kondisi di masa Masyarakat ekonimi Asean berkaitan dengan perubahan teknologi, peralatan, dan perlengkapan semuanya untuk bisa bersaing.

Pelatihan yang efektif terdiri dari lima cara yaitu analisis kebutuhan, merancang instruksi, melakukan validasi, implementasi pelatihan, dan evaluasi dan tindak lanjut.

Pelatihan di tempat kerja (on-the-job training-OJT) mengacu proses pembelajaran karyawan baru atau tidak berpengalaman melalui pengamatan terhadap rekan kerja atau manajer yang melakukan pekerjaan dan mencoba untuk meniru perilakunya. Menurut para ahli Hampir 90% dari pengetahuan pekerjaan diperoleh melalui on the job training. Metode ini sangat tepat bagi perusahaan manufaktur, perbankan, dan finance yang karyawan yang masih baru atau belum berpengalaman untuk mengejar persaingan yang semakin ketat. Metode on the job training dapat mengurangi biaya besar dan dapat dilakukan secara efektif karena langsung berkaitan dengan pekerjaan mereka dan bertemu muka secara personal. Ini terjadi ketika teknologi yang baru telah diperkenalkan, para karyawan lintas pelatihan pada departemen atau unit kerja, serta mengarah pada pengalihan atau promosi para karyawan kepada pekerjaan-pekerjaan yang baru.

On the Job training merupakan metode pelatihan yang menarik karena jika dibandingkan dengan metode-metode lainnya, On the Job training membutuhkan sedikit investasi waktu atau uang untuk materi, gaji pelatih, atau perancangan pengajaran. Para manajer atau rekan kerja merupakan para ahli pengetahuan tentang pekerjaan yang dapat digunakan sebagai instruktur.

Keunggulan metode On The Job training adalah pengetahuan atau keterampilan itu bisa dengan cepat dan tempo tinggi, mengingat peserta latihan berada di tempat yang sesungguhnya bekerja, sehingga mereka dapat secara langsung menerapkan keterampilan yang diperoleh. OJT mengambil berbagai bentuk, termasuk magang dan program pembelajaran yang ditujukan kepada diri sendiri. On the Job training (OJT) harus dirancang agar efektif. On the Job training (OJT) harus memiliki prinsip-prinsip supaya berhasil yaitu, pertama, mempersiapkan pengajaran. (a) Merinci pekerjaan menjadi langka-langkah yang penting, b. mempersiapkan peralatan, materi, dan perlengkapan yang dibutuhkan. c. memutuskan lamanya waktu yang akan anda curahkan untuk On the Job training dan ketika anda mengharapkan para karyawan menjadi cakap pada bidang-bidang keterampilan.

Kedua, Pengajaran yang sebenarnya a. mengatakan kepada orang-orang yang dilatih tentang tujuan dari tugasnya dan meminta mereka untuk melihat anda menunjukkan hal tersebut. b. Menunjukkan kepada orang-orang yang dilatih tentang cara melakukannya tanpa berkata apa pun. c. menjelaskan berbagai hal atau perilaku utama. d.

menunjukkan kepada orang-orang yang dilatih tentang cara melakukannya lagi. e. apakah orang-orang yang dilatih melakukan satu atau lebih dari bagian-bagian tugas serta memujinya untuk hasil ulang yang benar. f. jika membuat kesalahan, orang-orang yang dilatih mempraktikkannya sampai hasil ulang yang akurat telah tercapai. g. memuji orang-orang yang dilatih untuk keberhasilannya pada tugas belajar.

Berdasarkan hal tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean maka perlu dilakukan untuk peningkatan kinerja karyawan melalui pelatihan. Pelatihan yang tepat yaitu On The Job training karena berkaitan langsung dengan pekerjaan sehingga keterampilan dapat dengan cepat dan tempo tinggi. Metode On The Job training juga membutuhkan sedikit investasi waktu atau uang. Perusahaan dalam melakukan pelatihan tersebut dapat menjadi efisien dan efektif menghasilkan produk barang/jasa dengan harga bersaing dengan produk lain yang berasal dari perusahaan negara-negara asean. Pasar akan semakin luas, keinginan konsumen makin banyak hampir 600 juta keinginan, produksi barang dan jasa semakin banyak, barang atau jasa semakin banyak pilihan barang subsitusi, harga semakin bersaing itulah Persaingan Bisnis Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). (haluankepri.com)

BERITA TERKAIT

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

Diskominfo Kota Sukabumi Giatkan Program DBHCHT

Diskominfo Kota Sukabumi Giatkan Program DBHCHT   NERACA Sukabumi - Bersama dengan tiga Dinas lainya, yakni Diskopdagrin, Dinas Kesehatan, dan Disnakertrans.…

Ridwan Kamil Raih Penghargaan OpenGov untuk Program Desa Digital

Ridwan Kamil Raih Penghargaan OpenGov untuk Program Desa Digital   NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil menerima penghargaan…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Wacana Tax Amnesty Jilid II, Layakkah Ide ini Dipertimbangkan?

  Oleh: Dwi Rachmad Kurniawan, Staf Ditjen Pajak Rupanya wacana tax amnesty Jilid 2 terus bergulir. Walaupun beberapa pihak menunjukkan…

Sah! MA Gugurkan Kewenangan Gubernur DKI untuk Menutup Jalan

  Oleh : Deny Kurniawan, Pengamat Sosial Kemasyarakatan Gubernur Anies Baswedan sebelumnya telah menertibkan Pedagang Kaki Lima PKL di Tanah…

Mencari The Smart & Wise Fintech

Oleh: Ade Febransyah, Guru Inovasi Prasetiya Mulya Business School Banyak yang masuk, banyak pula yang keluar!  Itulah aturan besi dalam…