Saham Yulie Sekurindao Diperdagangkan - Bayar Annual Listing Fee

NERACA

Jakarta -Pasca dilakukan pembayaran biaya pencatatan tahunan atau annual listing fee 2015 dan denda keterlambatannya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya kembali mencabut penghentian sementara perdagangan (suspensi) efek PT Yulie Sekurindo Tbk (YULE),”Sehubungan dengan hal itu, maka BEI mencabut penghentian sementara perdagangan efek YULE di pasar reguler dan pasar tunai sesi I perdagangan efek pada Rabu, (18/2),”kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Non Group BEI, Arif M. Prawirawinata dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, terdapat empat emiten yang terkena suspensi akibat belum melakukan pembayaran biaya pencatatan tahunan tahun 2015 dan denda atas keterlambatannya, yakni PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW), PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS), PT Steady Safe Tbk (SAFE), dan PT Yuile Sekurindo Tbk (YULE).

Dalam Ketentuan VII.3.1 Peraturan Bursa Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat, disebutkan biaya pencatatan tahunan saham ditetapkan sebesar Rp500.000 untuk setiap kelipatan Rp1 miliar dari jumlah nilai kapitalisasi saham terkini emiten yang bersangkutan, dengan ketentuan paling kurang Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta.

Ketentuan itu juga menyebutkan, dalam menghitung biaya Pencatatan tahunan saham, maka untuk kelipatan nilai kapitalisasi saham yang kurang dari Rp1 miliar dibulatkan menjadi Rp1 miliar. Dalam ketentuan VII.4.2, Peraturan Bursa Nomor I-A, disebutkan biaya pencatatan tahunan wajib dibayar di muka oleh emiten untuk masa 12 bulan terhitung Januari-Desember. Biaya pencatatan tahunan diterima oleh Bursa (good fund) di rekening bank Bursa paling lambat pada Hari Bursa terakhir pada bulan Januari. Dengan demikian, batas waktu pembayaran ALF tahun 2015 adalah tanggal 30 Januari 2015.

Direktur Utama BEI Ito Warsito pernah bilang, pihaknya akan mengenakan sanksi bagi emiten yang tidak memenuhi batas waktu pembayaran "annual listing fee". Tercatat sebanyak 80% dari total emiten menyatakan kesanggupannya untuk memenuhi ketentuan ALF yang baru, sisanya mengaku tidak mampu. Di BEI terdapat sebanyak 507 emiten,”BEI memberikan kesempatan bagi emiten yang kesulitan keuangan sehingga memiliki masalah dengan kemampuannya untuk pembayaran ALF dengan memberi kelonggaran membayar ALF 2014, hal itu dimaksudkan untk memenuhi ketentuan saja. Saat ini, BEI sedang mempertimbangkan besaran ALF yang sesuai, tunggu 1-3 bulan lagi," katanya. (bani)

BERITA TERKAIT

Harga IPO Rp 180 Per Saham - Citra Putra Realty Raup Dana Rp 93,6 Miliar

NERACA Jakarta – Resmi mengantungi pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dari Otoritas…

Serap Private Placement - Benny Tjokro Tambah Porsi Saham di RIMO

NERACA Jakarta - Aksi korporasi PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) berupa Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih…

Provident Agro Buyback Saham Rp 38,48 Miliar

Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Provident Agro Tbk (PALM) telah membeli kembali sebanyak 36,72 juta saham dengan harga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…