Phapros Rencanakan Listing Semester Dua - Bahana dan Mandiri Jadi Underwriter

NERACA

Jakarta - Perusahaan farmasi PT Phapros menargetkan realisasi penawaran kepemilikan saham perdana kepada publik (initial public offering/IPO) pada semester kedua tahun ini dengan perolehan dana diperkirakan sebesar Rp500 miliar,”Kami sudah menunjuk dua BUMN Sekuriitas yaitu PT Mandiri Sekuritas dan PT Bahana Securities sebagai penjamiin (underwriter). Jumlah saham yang akan ditawarkan kita tetapkan sebesar 20%,”kata Direktur Utama Phapros Iswanto di Jakarta, Selasa (17/2).

Iswanto menjelaskan, sesuai dengan yang direncanakan dana hasil IPO sebesar Rp500 miliar akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru sebesar Rp350 miliar, selebihnya sebesar Rp150 miliar untuk menambah modal kerja.

Pabrik di lokasi baru berkapasitas produksi dua miliar tablet per tahun akan dibangun di kawasan Ungaran, Semarang di lahan seluas 10 hektare yang sudah disiapkan perusahaan,”Kami optimis saham Phapros akan diminati investor, selain kinerja perusahaan yang bagus juga produk-produk yang sudah dikenal luas di masyarakat," kata Iswanto.

Dia mengakui, saat ini terdapat sembilan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Disebutkan, persaingan perusahaan farmasi di pasar modal sangat ketat. Namun sektor farmasi memiliki pasar cukup bagus dengan PER (price earning ratio atau rasio harga saham tehadap laba) yang masih tinggi sekitar 27 kali,”Jadi kami tetap yakin saham Phapros akan diperebutkan di pasar," tegasnya.

Saat ini, total produk yang dipasarkan Phapros mencapai sekitar 250 jenis dengan perbandingan antara obat generik dan bermerek (branded) 50:50. Sejauh ini, Phapros telah mempunyai lima divisi bisnis yaitu adalah OTC (over the counter) yaitu memasarkan obat jual bebas dengan spesifikasi, pemasaran obat dengan resep (ethical), resep (ethical) yang sudah menjadi komoditi/mature, obat generik berlogo (OGB) dan Toll In, yang berfungsi menerima order produksi obat dari farmasi lain.

Untuk merealisasikan IPO, perusahaan akan menggunakan laporan keuangan tahun 2014 dan proyeksi tahun 2015. Pada tahun 2015 Phapros menargetkan pendapatan sebesar Rp675 miliar, tumbuh dari realisasi pendapatan 2014 sebesar Rp578 miliar. Saat yang bersamaan perseroan diproyeksikan membukukan laba bersih sekitar Rp60 miliar, melonjak dari tahun 2014 sebesar Rp45,5 miliar.

Asal tahu saja, perseroan mencatatkan pertumbuhan penjualan secara year on year (YoY) sebesar 17% per November 2014. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari periode kuartal III 2014 yang sebesar 10%(yoy).,”Pertumbuhan penjualan kita lampaui rata-rata industri yang berada di level 6,9%. Dengan penjualan yang cukup tinggi di tengah persaingan industri farmasi, mendorong laba PT Phapros cukup tinggi pula,”kata Iswanto. (bani)

BERITA TERKAIT

Bangun Pelabuhan Selaru - PTK dan SBI Gandeng Perusda Panca Karya

NERACA Jakarta – Dukung pembangunan infrastruktur, Pertamina Trans Kontinental (PTK) sebagai anak usah PT Pertamina bersama-sama Soletanche Bachy International (SBI)…

Ford Rencanakan Teknologi Nirkabel Baru Untuk Mobil

Ford Motor Co mengatakan pada Senin (7/1) bahwa pihaknya berencana untuk meluncurkan teknologi nirkabel untuk model kendaraan baru di Amerika…

Hadir Dalam Tiga Tipe, All New Camry Lebih Mewah dan Agresif

PT Toyota Astra Motor (TAM) membuka tahun 2019 dengan menghadirkan All New Camry yang diklaim memiliki tampilan lebih mewah dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…