Perusahaan di Bandung Aktif Tercatat di Bursa - Jumlah Mencapai 87 Perusahaan

NERACA

Bandung - Kepala Kantor Regional II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anggar B Nuraini mengatakan, hingga akhir 2014 sebanyak 87 perusahaan di Jabar tercatat sebagai emiter di pasar bursa saham,”Data terakhir jumlah perusahaan Jabar yang sudah go publik dan melantai di pasar bursa saham sebanyak 87 perusahaan,”ujar Anggar di Bandung, Selasa (17/2).

Anggar menyebutkan, pengembangan infrastruktur dan ekspansi usaha membutuhkan pendanaan yang besar dan bersifat jangka panjang, maka pasar modal harus lebih didorong untuk berperan secara lebih optimal. OJK mengharapkan jumlah perusahaan yang memanfaatkan pendanaan melalui pasar modal di Indonesia, baik berua penjualan atau penerbitan ekuitas maupun surat utang meningkat signifikan.

Pada kesempatan itu, OJK mengapresiasi upaya yang dilakukan kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) caabang Bandung bersama Kadin Jabar yang melakukan pendekatan secara langusng ke calon emiten potensial di propinsi itu,”Upaya itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perusahaan yang menjadi emiten di pasar moral atau go publik," katanya.

Melalui upaya itu, kata dia diharapkan akan lebih banyak perusahaan di Jabar yang tumbuh menjadi perusahaan public dan OJK juga giat melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan memberikan bantuan informasi bagi perusahaan baik swasta maupun BUMN dan BUMD yang akan go publik atau menerbitkan surat utang,”OJK menyiapkan tiga inisiatif lain dalam peningkatkan pendalaman pasar modal terutama dari sisi penawaran,”tuturnya.

Upaya itu salah satunya adalah penyederhanaan proses penawaran umum dan rasionalisasi kewajiban keterbukaan informasi dengan tetap meningkatkan penerapan good governance pada emiter dan perusahaan publik. Kemudian memperluas jenis produk investasi untuk pembiataan ektor tertentu,”Tahun lalu kami meluncurkan Efek Beragun Aset - Surat Partisipasi (EBA-SP) sebagai alternatif pembiayaan sektor perumahaan," katanya.

Sedangkan tahun 2015 pihaknya akan menambah fokus berupa pengembangan produk pengelolaan investasi dengantarget 100 produk pengelaan invetasi, termasuk produk pasar modal syariah. Selain itu juga mendorong peningkatan kualitas profesi, lembaga penunjang dan perusahaan efek dan manager investasi untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dengan mengacu pada "international best practice". (ant/bani)

BERITA TERKAIT

GAPKI DORONG PERUSAHAAN SAWIT SERTIFIKASI ISPO

Seorang staf perusahaan sawit memperlihatkan sejumlah sampel varietas sawit di pameran 3rd Borneo Forum yang digelar Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia…

KPPU Nilai "Grab To Work" Bandung Langgar Prinsip Persaingan Usaha

KPPU Nilai "Grab To Work" Bandung Langgar Prinsip Persaingan Usaha NERACA Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai kebijakan…

Jumlah TKA di Indonesia Masih Terkendali

Oleh : Adi Ginanjar, Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) Dalam debat cawapres yang telah terselenggara, Cawapres Ma’ruf…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…