Wom Finance Gelar Rights Issue - Bidik Pembiayaan Tumbuh 8%

Jakarta – Perusahaan pembiayaan kendaraan, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menerbitkan saham baru (rights issue) sebesar Rp 200 miliar melalui penawaran umum terbatas (PUT) I. Total saham yang dikeluarkan perseroan sebesar 1.481.481.480 saham. Salah satu tujuan WOM Finance melakukan rights issue adalah sebagai upaya meningkatkan modal kerja tahun 2015.

President Director WOM Finance, Djaja Sutandar mengatakan, perseroan memutuskan meningkatkan modal melalui penerbitan saham baru atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) untuk mendukung pertumbuhan usaha dan meningkatkan produk pembiayaan,”Adapun saham baru WOM Finance bernilai Rp 100 per saham dan harga yang ditawarkan mencapai Rp 135 untuk per saham,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Kata Djaja Sutandar, melalui rights issue ini perseroan berupaya memperkuat modal inti. Diharapkan dengan rights issue tersebut, perseroan bisa meningkatkan jumlah pembiayaan hingga menjadi sekitar 6-8% dibandingkan akhir tahun 2014.

Menurut Djaja, RUPST dan RUPSLB perseroan dihadiri oleh pemegang saham yang kuasanya mewakili 79,60% dari total saham yang disetor dan ditempat WOM Finance. Selain untuk rights issue, perseroan juga meminta persetujuan untuk perubahan anggaran dasar terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh.

Pada kesempatan sama, Finance Director WOM Finance Zacharia Susantadiredja mengungkapkan, tahun lalu perseroan sudah menerbitkan obligasi sebesar Rp 1,4 triliun. Obligasi tersebut merupakan obligasi berkelanjutan dan saat ini WOM Finance masih memiliki sisa Rp 1,6 triliun. “Kami belum tahun akan kembali menerbitkan obligasi atau tidak sepanjang tahun ini, karena masih kondisi pasar dulu. Tetapi, penawaran umum berkelanjutan (PUB) kami ini masa waktunya baru habis pada Juni 2016,” ungkap dia.

Adapun perusahaan yang fokus terhadap pembiayaan sepeda motor ini telah beberapa kali menerbitkan obligasi. Saat ini menurut Zacharia, aset yang dimiliki WOM Finance mencapai Rp 5 triliun. “Kami pertama kali menerbitkan obligasi itu pada 2003 dengan nilai Rp 300 miliar,” ungkap dia.

Selain itu, guna memenuhi target pembiayaan tahun ini sebesar 6%-8%, perseroan juga telah menyiapkan sumber dana dari berbagai sumber. Sekitar 60-70% sumber dana akan berasal dari Bank International Indonesia (BII) sebagai induk usaha. WOM juga akan menggali sumber dana lain yang berasal dari obligasi dan pinjaman bank lain,”Kebutuhan untuk pembiayaan tahun ini sekitar Rp6,5 triliun”, ujar Djaja S. Sutandar.

Asal tahu saja, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk menargetkan penyaluran pembiayaan bisa mencapai sebesar Rp6,5 triliun di tahun 2015. Target tersebut ada kenaikan sedikit 8-10% penyaluran pembiayaan dibanding tahun 2014.

Disebutkan, target penyaluran pembiayaan yang meningkat di tahun depan dibarengi dengan rencana perseroan yang ingin ekspansi di Kalimantan dan Sumatera. Namun, ekspansi harus dibarengi dengan sumber daya manusia (SDM) yang matang. (bani)

BERITA TERKAIT

KERJASAMA PEMBIAYAAN

SEVP Ritel dan Jaringan BNI Syariah IwanAbdi, Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, Senior Director PT Ciputra Residence Marius…

Investasikan Dana Rp 800 Miliar - The Parc Apartemen Bidik Pasar Milenial

NERACA Jakarta – Menyasar pasar potensial dari kalangan milenial, pengembang South City bangun The Parc Apartemen di Pondok Cabe, Tangerang…

Serap 100% Hasil Rights Issue - DAYA Fokus Kembangkan Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta - PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) melaporkan telah menggunakan seluruh dana yang didapat dari Penambahan Modal dengan Hak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Lagi, Aperni Jual Kapal Tidak Produkif

Dinilai sudah tidak lagi produktif, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) resmi mendivestasi aset perusahaan berupa kapal, yaitu kapal…

Rig Tender dan Petrus Sepakat Berdamai

Perkara hukum antara PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) dengan PT Petrus Indonesia akhirnya menemui kata sepakat untuk berdamai. Dimana…