2020, Tokyo Metropolitan Targetkan 15 Juta Wisatawan

NERACA

Jakarta - Pemerintah Kota Tokyo, melalui Biro Perindustrian dan Tenaga Kerja, mengadalan seminar untuk media di Indonesia guna menjelaskan tentang informasi pariwisata Tokyo. Dengan diadakannya acara seminar ini, Pemerintah Kota Tokyo mencoba untuk mempromosikan berbagai keindahan kota Tokyo sebagai salah satu tujuan wisata di Jepang, dan juga untuk mendorong wisatawan Indonesia mengunjugi Tokyo sebagai salah satu kota tujuan wisata di Jepang.

“Tahun 2014 yang lalu, wisatawan yang datang berkunjung ke Kota Tokyo sebanyak 158.700 ribu wisatawan dan angka ini mengalami kenaikan 16 persen dibandingkan tahun 2013 lalu. Oleh karenanya, diharapkan pada tahun 2020 bisa mencapai target 15 juta wisatawan, dimana diharapkan waktu kunjungan ke Kota Tokyo tidak hanya pada waktu long weekend atau libur panjang, seperti Bulan Festival Sakura, hari libur anak-anak, lebaran, natal dan tahun baru. Maka diharapkan pada hari biasa bisa ditingkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Tokyo tersebut,” kata Director General, Bureau of Industrial and Labor Affairs Tokyo Metropolitan Government, Takashi Yamamoto di Hotel Shangri La Jakarta, Kamis (29/1).

Takashi juga menjelaskan jumlah wisatawan dari Indonesia yang datang ke Jepang terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini disebabkan adanya berbagai perbaikan untuk kenyamanan para wisatawan seperti tersedianya fasilitas publik yaitu, Free Wifi dan lainnya, selain itu kepedulian negara Jepang terhadap daerah wisata dengan mendaftarkan Gunung Fuji dan Washoku (makanan Jepang) sebagai salah satu warisan dunia.

Perihal permasalahan visa, yang merupakan hambatan besat bagi wisatawan untuk mengunjungi Jepang menjadi lebih mudah karena kini telah ada Relaxation for Multiple visa, Simplification of Visa procedure for specific travel agent dan The exemption of visa by registering IC Passport to Japanese embassy/consulate.”Jumlah wisatawan diperkirakan akan terus meningkat di masa yang akan datang dengan hadirnya berbagai kemudahan tersebut,” ujar Takashi.

Dalam rangka mewujudkan Jepang sebagai negara tujuan Wisata, pemerintah Jepang memperluas lingkup bebas bea pada bulan Oktober tahun lalu, dan oleh karena itu, jumlah toko yang memberlakukan bebas bea juga meningkat dengan pesat. Pemerintah kota Jepang menempatkan Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade pada 2020 sebagai benchmark, pemerintah Jepang menargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 20 juta pada 2020.

“Pemerintah Kota Tokyo juga menargetkan untuk mendapatkan 15 juta pengunjung dalam setahun. Sebagai tuan rumah Olimpiade sekaligus ibu kota Jepang, Tokyo berperan sebagai ”Japanese Gateway” menjadi lebih penting, sehingga Tokyo akan proaktif melakukan berbagai kegiatan untuk menarik dan memikat wisatawan,” tandas Takashi.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah kota Tokyo akan mengadakan berbagai acara untuk mempromosikan pesoan kota Tokyo ke berbagai negara. Tahun lalu telah diadakan kegiatan promosi untuk agen perjalanan dan media massa yang diadakan di Jakarta dan Hanoi. Selain Tokyo, ada juga promosi untuk pariwisata Prefektur Chiba dengan presentasi oleh Chiba Prefecture Tourism agency and organizations untuk melakukan presentasi tentang pariwisata Prefektur Ciba, Jepang.

“Sebelum diselenggarakan seminar untuk media massa ini, kota pemerintah kota Tokyo juga mengadakan seminar pariwisata serta jamuan makan malam untuk para Travel Agent, yang berlangsung pada tanggal 29 Januari 2015 lalu,” pungkas Takashi. [mohar]

Related posts