Harga BBM Turun di Level Rp6.400 / Liter

NERACA

Jakarta – Harga minyak dunia kian merosot tajam, pemerintah pun memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan turun dalam waktu dekat. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan harga BBM jenis premium akan turun menjadi sekitar Rp 6.400-6.500/liter dari Rp 7.600/liter.

Presiden Jokowi mengatakan, harga BBM akan turun lagi menjadi Rp6.400-Rp6.500 per liter. Jokowi menjelaskan, penurunan harga BBM ini dikarenakan anjloknya harga minyak dunia dan itu menjadi berkah bagi Indonesia. " Harga minyak dunia turun membuat harga BBM turun dari Rp8.500 per liter menjadi Rp7.600 per liter. Namun sebentar lagi turun lagi, tapi belum tahu kapan, mungkin turun lagi Rp6.400-Rp6.500 per liter. Itu masih dalam hitungan," kata Jokowi saat menghadiri acara Indonesia Outlook 2015, Jakarta, Kamis (15/1).

Pada kesempatan berbeda, Menteri ESDM, Sudirman Said, kemarin mulai 1 Januari 2015, harga Premium adalah Rp 7.600/liter dan Solar Rp 7.250/liter. Ini pun turun dari sebelumnya, yaitu Premium Rp 8.500/liter sedangkan Solar Rp 7.500/liter. Dan akan turun lagi. "Kemungkinan harga BBM akan turunlagi sekitar Rp 6.400-6.500/liter, itu merupakan harga dasar," katanya.

Harga dasar, lanjut Sudirman, adalah salah satu komponen dalam harga jual BBM. Untuk harga Premium, formulanya adalah harga dasar ditambah Pajak Pertambahan Nilai (PPN), ditambah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), ditambah margin usaha. Sementara Solar, formulanya adalah harga dasar ditambah PPN, ditambah PBBKB, dikurangi subsidi Rp 1.000/liter. "Artinya, mungkin harus diperhatikan juga Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor," ujar Sudirman.

Untuk saat ini, Sudirman belum bisa mengatakan berapa harga baru BBM yang akan diumumkan oleh pemerintah. "Besok kita akan evaluasi lagi. Pokoknya kita ikuti tiap hari," sebutnya.

Dan pemerintah berencana mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak jenis premium dan solar serta elpiji pada minggu ini. "Kami mencermati penurunan harga BBM dan elpiji yang cukup drastis sekarang ini. Di minggu-minggu ini kami akan umumkan harga baru BBM dan elpiji," ungkapnya.

Menurut dia, pihaknya akan merubah Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2014 yang masih mengatur penetapan harga BBM setiap satu bulan menjadi dua minggu sekali.

Sebelumnya, Pertamina memperkirakan harga premium bakal turun hingga di bawah Rp7.000 per liter. "Dengan kecenderungan harga yang ada, premium bisa turun lebih dari Rp600 per liter atau menjadi di bawah Rp7.000 per liter," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang.

Menurut dia, sejak 25 Desember 2014, harga minyak sekitar 50 dolar AS per barel dan produk BBM di Singapura sesuai patokan Platt's (MOPS) sekitar 60 dolar per barel. "Setiap penurunan MOPS sebesar satu dolar per barel, harga BBM bisa turun Rp50. Tapi, tergantung pergerakan kursnya," katanya.

Sesuai Peraturan Menteri No 39 Tahun 2014, pemerintah per 1 Januari 2015 menurunkan harga premium dari Rp8.500 menjadi Rp7.600 per liter.

Harga premium tersebut sudah sesuai pasar. Perhitungan harga tersebut mengacu MOPS sebesar 73 dolar AS per barel dan kurs Rp12.380 per dolar pada periode 25 November-24 Desember 2014.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan harga baru BBM akan berada di kisaran Rp 7.000-7.100/liter.

"Kalau harga itu (Rp 6.400-Rp 6.500/liter), dihitung dengan MoPS (Mean of Plats Singapore) harga sekarang atau beberapa hari di Januari. Artinya, harga tersebut (seperti diungkapkan Jokowi) benar, tapi dengan catatan kalau kita tidak punya stok BBM," jelas Bambang.

Menurut Bambang, Pertamina selama ini memiliki stok BBM yang dijaga cukup sampai 22 hari, dan tentunya stok tersebut dibeli dengan harga produk pada saat itu. Jumlah stok ini mempengaruhi harga Premium dan Solar di SPBU.

"Pertamina kan punya stok BBM 22 hari, dan itu ada nilainya. Jika stok Pertamina dihitung sesuai prinsip akuntansi, maka harganya yang benar sekitar Rp 7.000-Rp 7.100/liter," terang Bambang. [agus]

Related posts