Catur Sentosa Buka Tiga Gerai Mitra 10 - Incar Pendapatan Rp 8 Triliun

NERACA

Jakarta – Tahun ini, pengelola gerai Mitra 10 dan Atria, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) menargetkan pendapatan mencapai Rp 8 triliun atau tumbuh 15-20% dibandingkan proyeksi akhir 2014 senilai Rp 7 triliun,”Maka untuk menggenjot target penjualan, tahun ini perseroan akan membuka tiga gera baru Mitra 10 di Palembang, Lampung dan Pamulang,”kata Sekretaris Perusahaan Catur Sentosa, Idrus Widjajakusuma di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, perusahaan akan lebih fokus ke ritel, seiring tren peningkatan pada segmen tersebut. Perseroan akan menggenjot pengembangan ritel bahan bangunan melalui Mitra10. Dijelaskan, untuk pembangunan tiga gerai, Catur Sentosa mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 150 miliar.

Selain itu, perseroan juga menyiapkan dana Rp 50 miliar untuk sektor distribusi, seperti ongkos transportasi dan peremajaan kendaraan. Nantinya, perseroan akan memanfaatkan pinjaman bank untuk membiayai 70% capex. Sisanya 30% ari kas internal. “Pinjaman bank masih dalam proses, biasanya kami dari BCA,” kata dia.

Dia menambahkan, perseroan tidak akan menambah gerai Atria, brand toko furnitur, karena dinilai sudah cukup. Saat ini, jumlah gerai Atria sebanyak 10, sedangkan Mitra10 sebanyak 20, yang tersebar di seluruh Indonesia. Meski demikian, menurut Idrus, fokus perseroan pada segmen ritel bukan berarti segmen distribusi tidak tumbuh.

Saat ini, unit distribusi bahan bangunan perseroan sudah tersedia di 48 kota besar di Indonesia dan melayani 33.000 klien distribusi, seperti toko-toko bahan bangunan tradisional,”Kami menggenjot segmen ritel, karena tren berbelanja bahan bangunan di ritel modern sedang naik, sedangkan distribusi dibiarkan berjalan sendiri keuntungannya,” ungkap dia.

Sebagai informasi, saat ini margin laba kotor ritel masih tinggi, yaitu 18-20%, sedangkan margin distribusi 10-11%. Kalangan analis memperkirakan, pendapatan Catur Sentosa hingga akhir 2014 mencapai Rp 7,29 triliun atau tumbuh 15,3% dibandingkan 2013 yang senilai Rp 6,32 triliun.

Perkiraan pendapatan pengelola gerai Mitra10 dan Atria tersebut terungkap dalam riset Trimegah Securities. Sementara itu, manajemen Catur Sentosa mengonfirmasi bahwa target tersebut akan tercapai. Hal itu berkat pertumbuhan segmen ritel, tingkat urbanisasi, dan implementasi kebijakan ekspansif Presiden Joko Widodo (Jokowi). Trimegah mengungkapkan, rencana Catur Sentosa melipatgandakan jumlah gerai Mitra10 dan Atria dengan membangun 1-2 gerai per tahun ditopang oleh kondisi industri.

Hingga September 2014, Catur Sentosa mencatatkan pertumbuhan pendapatan distribusi 7%. Besar pertumbuhan ini jauh dari capaian periode yang sama tahun 2013, yang meningkat 23%.Hal senada terjadi pada pendapatan ritel. Sepanjang Januari–September, lini pendapatan itu hanya mampu tumbuh 18%. Padahal pada periode yang sama tahun 2013 masih bisa melejit 36%.

Beruntung, meski pertumbuhan kedua sumber pendapatannya melorot, Catur Sentosa masih mencatatkan kenaikan penjualan dan laba bersih. Penjualan hingga September 2014, tercatat Rp 5 triliun, atau naik 8%.Sementara laba tahun berjalan mendaki 88,48%. Laba sepanjang sembilan bulan 2014 mencapai Rp 77,69 miliar. (bani)

Related posts