Akhir Pekan, IHSG Bergerak Konsolidasi

NERACA

Jakarta-Terhambat aksi ambil untung oleh investor asing, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (8/1) hanya ditutup naik tipis 4,710 poin (0,09%) ke level 5.211,828. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,495 poin (0,06%) ke level 898,001.

Indeks tak mampu naik lebih tinggi lagi gara-gara aksi ambil untung investor asing. Indeks sektoral pun tak lagi kompak menguat. Investor asing masih terus menjual saham. Menurut Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, aksi beli saham di bursa domestik masih berlanjut seiring dengan sentimen positif baik dari internal maupun global,”Meskipun tertekan aksi jual investor asing, indeks BEI masih ditutup menguat berkat sentiment positif dari dalam negeri,”ujarnya di Jakarta, Kamis (8/1).

Salah satu sentiment positif dalam negeri, diantaranya soal cadangan devisa Indonesia yang mengalami kenaikan menandakan fundamental perekonomian Indonesia masih cukup baik ke depannya di tengah melambatnya perekonomian global. Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2014 meningkat US$ 800 juta menjadi US$ 111,9 miliar, dari US$ 111,1 miliar pada November 2014.

Selain itu, lanjut dia, rencana pemerintah yang akan mengurangi setoran dividen BUMN dalam APBNP 2015 juga dapat berdampak positif karena akan mendorong modal ekspansi perusahaan bertambah. Di sisi lain, Reza Priyambada mengatakan bahwa mayoritas bursa saham global juga mengalami kenaikan sehingga menambah psikologis sebagian investor di dalam negeri kembali mengakumulasi saham.

Namun, dia mengatakan bahwa penguatan IHSG masih cenderung terbatas dikarenakan sebagian investor asing cenderung melepas sebagian portofolionya di pasar saham domestik. Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan rawan terkoreksi akibat aksi ambil untung.

Transaksi investor asing hingga sore hari kemarin tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 135,522 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 270.497 kali dengan volume 8,224 miliar lembar saham senilai Rp 6,566 triliun. Sebanyak 148 saham naik, 138 turun, dan 100 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Multi Prima (LPIN) naik Rp 1.000 ke Rp 6.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 525 ke Rp 25.225, Pembangunan Jaya (OJAA) naik Rp 400 ke Rp 2.350, dan Ultra Jaya (ULTJ) naik Rp 350 ke Rp 4.175. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 14.425 ke Rp 375.575, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.225 ke Rp 61.300, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 1.025 ke Rp 3.125, dan Mayora (MYOR) turun Rp 850 ke Rp 22.600.

Perdagangan sesi siang, IHSG ditutup menguat 12,790 poin (0,25%) ke level 5.219,908. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 2,338 poin (0,26%) ke level 899,844. Rekor terakhir yang bisa diraih IHSG ada di level 5.246,483 yang diraih pada Senin 8 September 2014 setelah naik 29,148 poin (0,56%). Rekor intradaynya di hari yang sama, ada di level 5.262,568.

Indeks tak mampu naik lebih tinggi lagi gara-gara aksi ambil untung investor asing. Indeks sektoral pun tak lagi kompak menguat. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 150.177 kali dengan volume 4,929 miliar lembar saham senilai Rp 3,61 triliun. Sebanyak 138 saham naik, 118 turun, dan 93 saham stagnan.

Rebound-nya Wall Street memberi sentimen positif kepada pergerakan bursa-bursa di regional. Hampir semua bisa menguat, kecuali pasar saham Tiongkok. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 25.150, Ultra Jaya (ULTJ) naik Rp 370 ke Rp 4.195, Pembangunan Jaya (OJAA) naik Rp 310 ke Rp 2.260, dan ABM Investama (ABMM) naik Rp 245 ke Rp 2.945.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 1.025 ke Rp 3.125, Mayora (MYOR) turun Rp 800 ke Rp 22.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 62.725, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 450 ke Rp 12.050.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat sebesar 11,28 poin atau 0,22% ke posisi 5.218,40. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 2,85 poin atau 0,32% ke posisi 900,36,”Fluktuasi nilai tukar rupiah yang stabil menjadi salah satu penopang IHSG untuk melanjutkan penguatannya kembali," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Dia menambahkan bahwa hal lain yang juga menjadi perhatian bagi pelaku pasar yakni berkenaan dengan rencana pemerintah mengurangi setoran dividen BUMN dalam APBNP 2015. Meski, di satu sisi pengurangi dividen ini akan mengurangi daya tarik pada investasi saham BUMN, akan tetapi sisi lainnya bisa memicu ekspansi usaha.

Kemudian dari eksternal, lanjut dia, indeks bursa global juga berada dalam area positif sehingga menambah topangan bagi laju IHSG BEI pada Kamis,”Kenaikan bursa saham global salah satunya dipicu oleh investor yang memberikan reaksi positif terhadap hasil pertemuan the Fed pada Desember 2014 yang mengindikasikan laju inflasi tidak harus beranjak dari level saat ini agar bank sentral dapat mulai menaikkan suku bunga," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 44,41 poin (0,19%) ke 23.725,67, indeks Nikkei naik 274,30 poin (1,62%) ke 17.159,26, dan Straits Times menguat 21,94 poin (0,67%) ke posisi 3.320,83. (bani)

Related posts