Kemenkeu Luncurkan Inisiatif - Bantu Transformasi Kelembagaan

NERACA

Jakarta - Kementerian Keuangan meluncurkan berbagai inisiatif untuk membantu efektivitas pelaksanaan tugas dan pencapaian program transformasi kelembagaan, yang merupakan kelanjutan dari program reformasi birokrasi.

"Penyelesaian dan peluncuran inisiatif ini menjadi momentum awal transformasi yang berkelanjutan dan berkesinambungan di Kementerian Keuangan," kata Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo di Jakarta, Selasa (6/1).

Mardiasmo menjelaskan beberapa inisiatif strategis telah dipilih menjadi "quickwins" karena sifatnya yang dapat segera dilaksanakan dalam waktu relatif singkat dan mempunyai dampak besar bagi para pengguna layanan Kementerian Keuangan.

Inisiatif tersebut antara lain pengembangan kapasitas Kring Pajak 500-200 Direktorat Jenderal Pajak, Kantor Modern 2.0 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Modul Penerimaan Negara generasi-2 (MPN G2) Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Selain itu, Arsitektur dan Informasi Kinerja (ADIK) Direktorat Jenderal Anggaran, Sistem Informasi Pengadaan Langsung (Simpel) dari layanan pengadaan secara elektronik Sekretariat Jenderal dan e-Auction dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

Pengembangan pada Kring Pajak 500-200 Ditjen Pajak meliputi penambahan signifikan jumlah agen call center dan pelatihan melalui akademi Kring Pajak serta standarisasi alur interaksi untuk mewujudkan keseragaman dalam memberikan layanan profesional dan berkualitas.

Kemudian, adanya penambahan fitur Interactive Voice Response (IVR) untuk mempermudah klasifikasi penelpon serta memberikan informasi yang tepat sasaran bagi Wajib Pajak sesuai dengan hak dan kewajibannya.

Untuk Kantor Modern 2.0 Ditjen Bea dan Cukai merupakan uji coba untuk penurunan dwelling time atau waktu tunggu barang impor di pelabuhan laut yang memuat berbagai terobosan, antara lain mengurangi importasi jalur merah dengan peningkatan kualitas manajemen risiko.

Mendorong importir jalur prioritas untuk lebih memanfaatkan fasilitas pemberitahuan pendahuluan (pre-notification) yang memungkinkan deklarasi impor sebelum kedatangan kargo serta melakukan uji coba penyampaian dokumen pelengkap pabean secara elektronik dan mengoptimalkan pemanfaatan Hico Scan X-ray Container untuk pemeriksaan fisik barang.

"Terobosan-terobosan tersebut telah menghasilkan penurunan dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok yang cukup signifikan, yaitu dari 7,8 hari pada Januari 2014 menjadi 5,6 hari pada Oktober 2014," kata Mardiasmo.

MPN G2 merupakan sistem elektronik yang terintegrasi untuk pengelolaan penerimaan negara sehingga memberikan kemudahan bagi wajib pajak, wajib bayar dan wajib setor agar semua setoran dapat diaplikasikan dengan cepat dan mudah melalui internet banking, mobile banking dan Electronic Data Capture maupun penyetoran melalui teller bank.

Selain itu, sistem inisiatif strategis MPN G2 yang dikelola Direktorat Jenderal Perbendaharaan ini juga akan memberikan kemudahan bagi pemerintah untuk mengetahui penerimaan negara secara online dan real time.

Pemanfaatan inisiatif Arsitektur dan Informasi Kinerja diharapkan mampu mengubah paradigma dalam proses penyusunan rencana anggaran dari berbasis jenis belanja (input based) menjadi berbasis hasil (performance based budgeting).

Melalui langkah penataan ini diharapkan pengalokasian dana didalam Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga semakin jelas, relevan dan terukur sehingga mampu meningkatkan value for money bagi pemangku kepentingan.

Sistem Informasi Manajemen Pengadaan Langsung merupakan aplikasi berbasis elektronik untuk menefisienkan proses pengadaan dan pengelolaan aset. Dengan sistem ini, pengadaan langsung menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Aplikasi ini menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk penyusunan laporan manajerial seperti spending analysis, analisis standar biaya dan laporan pelaksanaan pengadan langsung, memudahkan auditor dalam melakukan pengawasan atas pengadaan langsung dan menyajikan data referensi penyediaan.

Sementara, sistem e-Auction merupakan aplikasi elektronik untuk mewujudkan lelang yang lebih cepat, efisien dan optimal, yang terdiri dari lelang email dan lelang internet dan telah diujicoba untuk dilaksanakan di seluruh Indonesia pada 2015.

Transformasi kelembagaan Kementerian Keuangan diharapkan terwujud melalui implementasi 87 inisiatif strategis yang dititikberatkan pada lima tema transformasi yaitu tema sentral yang meliputi organisasi, sumber daya manusia, teknologi informasi dan komunikasi serta manajemen kinerja, serta tema perpajakan, kepabeanan dan cukai, penganggaran dan perbendaharaan.

Untuk 87 inisiatif strategis tersebut, diimplementasikan pada tiga periode waktu yaitu periode 2013-2014 dengan fokus membangun momentum untuk transformasi, periode 2015-2019 dengan fokus membangun keunggulan operasional dan layanan dalam skala besar dan periode 2020-2025 dengan fokus melembagakan terobosan jangka panjang. [ardi]

Related posts