Golden Plantation Siapkan Capex Rp 700 Miliar

NERACA

Jakarta - Perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Golden Plantation Tbk (GOLL) menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp600 miliar-Rp700 miliar di 2015,”Dana capex akan kami gunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi kebun kelapa sawit," kata Direktur Utama PT Golden Plantation Tbk, Budhi Istanto Suwito di Jakarta, Selasa (23/12).

Budhi menjelaskan, saat ini perseroan memiliki total land bank seluas 50 ribu hektare (ha) dengan jumlah yang ditanam seluas 17 ribu ha. Sedangkan sisanya masih 33 ribu ha. Untuk menggarap lahan yang dimiliki, perseroan akan menggunakan dana hasil IPO dan pinjaman dari perbankan. Rencananya, dana IPO masih difokuskan untuk garap lahan tersebut dan sebagian dari pinjaman perbankan sudah eksisting sebanyak US$ 125 juta.

Dengan potensi lahan yang dimiliki, perseroan bisa meningkatkan produksi dari 12 ton per ha hingga menjadi 16-17 ton per ha. Adapun pertumbuhan laba bersih pada tahun depan, perseroan menargetkan pertumbuhan laba bisa mencapai kisaran 10-15 persen di tahun depan.

Perseron resmi menjadi emiten ke-24 tahun ini dan debut perdana di pasar modal, sahamnya langsung dibuka melesat naik 60% poin ke level Rp348 per lembar saham, dari harga yang ditetapkan perseroaan untuk IPO sebesar Rp288 per lembar saham.

Saham perseroan sempat menyentuh level tertinggi Rp350 per lembar saham dan terendah Rp338 per lembar saham. Frekuensi saham GOLL sebanyak 71 kali dengan jumlah volume 26.000 lot atau senilai Rp 860 juta. Perseroan melepas sebanyak-banyaknya 800 juta saham atau setara 21,82% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah melakukan IPO. Dana yang diperoleh perseroan dari perhelatan IPO, sebanyak Rp 230,4 miliar.

Dana itu, akan digunakan dengan rincian sebesar 21% dari dana tersebut untuk mengakuisisi PT Bailangu Capital Investment dan sebesar 38% untuk mengakuisi PT Persada Alam Hijau. Dan, sebesar 41% untuk belanja modal dan modal kerja perseroan. Demi meloloskan rencana IPO ini, perseroan sudah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter).

Selain melepaskan saham baru di pasar, PT Golden Plantation Tbk juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya satu miliar waran seri 1 atau sebanyak 35% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh saat pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum saham perdana (IPO) yang menyertai saham baru perseroan,”Waran Seri 1 diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan,”kata Budhi Istanto Suwito.

Menurut Budhi, setiap pemegang empat saham baru perseroan, berhak memperoleh lima Waran Seri 1, di mana setiap portepel Waran Seri 1 memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.

Dia menjelaskan, harga penerbitan Waran Seri 1 sebesar Rp250-Rp300 per lembar saham. Penerbitan waran Seri 1 kali ini mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama tiga tahun. Budhi melanjutkan, Waran Seri 1 adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham biasa atas nama yang bernilai nominal Rp100 setiap sahamnya. (bani)

BERITA TERKAIT

KAMPANYE HITAM KELAPA SAWIT - Indonesia Siapkan 5 Sikap Tegas Hadapi UE

Jakarta-Pemerintah Indonesia akan menempuh segala cara untuk menentang rencana kebijakan Uni Eropa tersebut, bahkan akan membawanya ke forum WTO, jika…

Pemprov Jabar Alokasikan Hibah untuk BPSK Rp7,25 Miliar

Pemprov Jabar Alokasikan Hibah untuk BPSK Rp7,25 Miliar NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Perindustrian…

WEGE Bagikan Dividen Rp 133,28 Miliar

NERACA Jakarta –Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) memutuskan untuk membagikan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…