Hipmi Jaya Apresiasi Twitter Buka Cabang

Selasa, 16/12/2014

NERACA

Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta menyambut baik langkah Twitteryang berencana akan membangun kantornya di Jakarta.Bahkan, Hipmi Jaya menilai sudah saatnya Indonesia punya kawasan semacam Silicon Valley seperti di Amerika Serikat. Seperti diketahui, Twitter akan menemui Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

"Banyak perusahaan teknologi informasi yang ingin buka kantor cabang di Indonesia, karena pasarnya yang menggiurkan. Hanya saja mereka belum lihat ada nilai tambah (value added) dan insentifnya seperti apa kalau mereka investasi di Indonesia. Dengan begitu, kami mengusulkan ada kawasan khusus atau semacam distrik khusus bagi perusahaan-perusahaan seperti TI atau content provider,” kata Ketua Umum Hipmi Jaya, Iskandarsyah Ramadhan Datau Gobel di Jakarta, Senin (15/12).

Di Amerika Serikat, lanjut Rama, Silicon Valley merupakan sebuah julukan sebab daerah ini memiliki banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang komputer dan semikonduktor dan teknologi informasi serta industri kreatif. Sebelum Twitter, Facebook sudah terlebih dahulu membuka kantor di Kawasan Bisnis SCBD Sudirman, Jakarta Selatan.

Rama mengatakan, di kawasan ini juga (Silicon Valley Indonesia) akan menjadi basis pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, di mana sektor ini kontribusinya sangat besar untuk perekonomian negara. “Kalau berkumpul di satu kawasan, maka akan mudah mengelolahnya. Selain itu, lembaga keuangan seperti perbankan juga pasti melirik, dan bahkan, akan banyak didukung oleh investor nonbank, sepertiangel investordari luar negeri,” terangnya.

Sementara Marketing Director Twitter for India and Southeast Asia, Rishi Jaitly menjelaskan, kedatangannya menemui Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thahaja Purnama untuk menyampaikan rencana pembangunan kantor cabang Twitter di Indonesia yang berpusat di Jakarta. "Indonesia, khususnya Jakarta, merupakan salah satu wilayah dengan basis pengguna Twitter terbesar di dunia. Kami akan memperluas fungsi media sosial sebagai sarana pemerintah untuk berkomunikasi dengan warga," jelas Jaitly. [ardi]