Jika Perusahaan Menolak Lakukan CSR

NERACA- Tanggungjawab sosial hendaknya telah menjadi kewajiban bagi setiap perusahan demi agar perusahaannya tetap bertahan dan mampu bersaing dengan perusahaan lain. Namun apa yang terjadi jika perusahaan dengan tegas menolak untuk melakukan tanggungjawab sosialnya dengan kegiatan CSR?

CSR (Corporate Sosial Responsibility) adalah tanggung jawab perusahaan terhadap dampak yang timbul karena keputusan dan aktivitasnya. Dampak di sini bisa berupa dampak negatif maupun positif. Ketika dampak negatif tidak diurus dengan benar, perusahaan akan berhadapan dengan hukum, yang memiliki batasan-batasan kinerja minimal pengelolaan. Perusahaan juga akan berhadapan dengan masyarakat sekitar yang merasa dirugikan oleh perusahaan karena banyaknya dampak negatif yang muncul.Pemangku kepentingan lain juga akan menunjukkan sentimen negatif terhadap perusahaan. Secara umum, perusahaan yang tidak mengurus dampak negatifnya dengan benar akan mendapat kesulitan dalam beroperasi.

Kalau dampak positif operasinya tidak dikelola dengan baik (dalam hal ini: dimaksimumkan), maka perusahaan akan kehilangan banyak sekali peluang untuk mendapatkan dukungan pemangku kepentingan (investor, pekerja, masyarakat sekitar, organisasi masyarakat sipil, pemerintah, konsumen, dsb.). Misalnya, perusahaan seharusnya bisa memberikan peluang kerja dan bisnis untuk masyarakat sekitar, namun memutuskan untuk memberikannya kepada mereka yang lebih jauh. Maka, perusahaan akan gagal mendapatkan dukungan masyarakat sekitar.

Subjek inti CSR adalah tata kelola perusahaan, HAM (Hak Asasi Manusia), ketenagakerjaan, lingkungan, operasi perusahaan yang adil, isu konsumen, serta pelibatan dan pengembangan masyarakat. Bisa dibayangkan jika sebuah perusahaan yang tidak menjalankan tata kelola dengan baik, tidak menghormati HAM, mengabaikan tenaga kerjanya, nasibnya akan seperti apa?

Related posts