MIRA Divestasi 100% Saham Putri Kencana - Belum Memberikan Kontribusi

NERACA

Jakarta - Anak usaha PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) yakni PT Pulau Kencana Raya (PKR) dan PT Darmasurya Intinusa, telah menjual atau divestasi 100% saham dalam modal PT Putri Kencana Raya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (2/12).

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Mitra International Resources Tbk, Imaculata Tri Marianti mengatakan, status kedua anak perusahaan ini 100% sahamnya dimiliki langsung maupun tidak langsung oleh perseroan juga telah melunasi nilai transaksi seluruhnya sebesar Rp97 miliar, di mana saham tersebut sejumlah 98.550.000 lembar saham.

Sejak didirikan hingga saat ini, PKR belum mampu beroperasi sesuai dengan bidang usahanya termasuk mengoperasikan asset tunggal yang dimilikinya, yaitu FPSO sehingga belum memberikan kontribusi pendapatan kepada perseroan.

PKR selaku entitas induk dari Putri Kencana membutuhkan dana untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha PKR khususnya jasa logistik dan jasa penunjang produksi minyak bumi dan gas bumi. Maka untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut dengan cara melakukan divestasi saham pada anak perusahaan.

Imaculata mengungkapkan, saat ini PKR mendapatkan penawaran harga terbaik atas Saham Putri dari calon pembeli. Transaksi Divestasi akan memberikan nilai tambah kepada PKR selaku entitas induk dari Putri, di mana dana hasil Transaksi Divestasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja PKR untuk mendukung pengembangan bisnis PKR khususnya di bidang jasa logistik dan jasa penunjang produksi minyak dan gas bumi.

Asal tahu saja, selepas kehilangan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) pada 2011 silam, MIRA sejatinya berharap banyak dari sokongan Putri. MIRA, waktu itu, bahkan menyiapkan US$ 10 juta-US$ 14 juta untuk memperbaiki kapal FPSO tersebut. Sayangnya, usaha tersebut ternyata nihil lantaran Putri ternyata tak juga mampu memberikan kontribusi pendapatan kepada MIRA. Per 30 Juni 2014, MIRA membukukan rugi bersih senilai Rp 37,68 miliar. Padahal, di periode sama tahun lalu, MIRA masih membukukan laba bersih Rp 1,39 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Terus Tumbuh - Kontribusi Manufaktur Terhadap PDB Indonesia Capai 19,86%

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian aktif memacu pertumbuhan industri manufaktur nasional. Pada tahun 2018, pertumbuhan industri nonmigas tercatat sebesar 4,77…

200 Ribu Warga Jabar Belum Rekam KTP Elektronik

200 Ribu Warga Jabar Belum Rekam KTP Elektronik NERACA Bandung - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Jawa Barat…

Konversi Saham Lunasi Utang - MNC Investama Agendakan Rights Issue

NERACA Jakarta – Cari pendanaan strategis guna mendukung ekspansi bisnis, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana menambah modal dengan melakukan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jasa Marga Bukukan Utung Rp 2,2 Triliun

Sepanjang tahun 2018, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun atau sama dengan periode yang sama tahun…

Produksi Minyak Sawit ANJT Tumbuh 6,6%

Hingga Februari 2019, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memproduksi minyak sawit mentah sebanyak 34.750 ton atau naik 6,6% dari…

Pefindo Beri Rating AAA Obligasi Indosat

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA terhadap Obligasi Berkelanjutan II Tahap III/2019 seri A PT Indosat Tbk (ISAT)…