Wom Finance Targetkan NPL Turun 20 Bps

Kuartal IV 2014

Selasa, 02/12/2014

NERACA

Jakarta - Direktur Manajemen Risiko PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, Purwadi Indra Martono, menargetkan rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) gross turun di level 2,8% pada kuartal IV 2014, turun 20 basis poin (bps) atau 0,2% dari kuartal III 2014 yang mencapai 3,03%.

Menurut dia, faktor yang sangat mempengaruhi kenaikan NPL adalah harga kenaikan BBM bersubsidi. Namun hal itu bisa diimbangi. “Ini seperti dua sisi mata uang,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (28/11), pekan lalu.

Satu sisi, imbuh Indra, dampak dari kenaikan BBM bersubsidi bakal terasa pada kuartal I 2015 mendatang. Alhasil, semua barang kebutuhan otomatis ikut terkerek, tak terkecuali Wom Finance yang bersiap menaikan suku bunga pembiayaan kendaraan bermotor.

Pada sisi lain, dirinya melihat dengan kenaikan UMP Jakarta tahun depan menjadi Rp2,7 juta dinilai mampu menggenjot pendapatan masyarakat. “Analoginya begini. Pengeluaran naik tetapi income (pendapatan) bisa dijaga karena UMP ikut naik. Kami melihat ini (dampak kenaikan harga BBM bersubsidi) sifatnya hanya sementara (temporer), dan optimistis NPL turun,” jelas Indra.

Dalam melihat besaran kenaikan suku bunga pembiayaan kendaraan bermotor, Indra mengungkapkan pihaknya akan memantau kompetitor perusahaan pembiayaan di lapangan. Pada kuartal III 2014, perseroan mengalami penurunan laba bersih sebesar 8,1% menjadi Rp41 miliar dari periode yang sama sebelumnya sebesar Rp45 miliar.

Hal ini disebabkan lantaran suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate meningkat 25 bps menjadi 7,75%. Namun begitu, pendapatan perseroan naik tipis 5% menjadi Rp1,23 triliun, dari raihan sebelumnya sebesar Rp1,17 triliun pada kuartal III 2013. Adapun total aset naik 28% menjadi Rp4,89 triliun dari posisi di akhir tahun lalu senilai Rp3,82 triliun. [ardi]