J Resources Serap Capex Rp 600 Miliar

NERACA

Jakarta - Perusahaan tambang emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) telah menggunakan dana sebesar US$ 50 juta atau sebesar Rp 600 miliar untuk belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini,”Sebagian besar capex digunakan untuk penyelesaian beberapa proyek di tambang Bakan dan Seruyung,”kata Direktur J Resources Asia Pasifik, Edi Purwadi di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, selain untuk penyelesaian proyek-proyek tersebut perseroan juga menggunakan capex untuk membeli peralatan tambang. Asal tahu saja, capex perseroan tahun ini tidak terlalu besar dibandingkan dengan capex tahun lalu sebesar US$ 200 juta. Tahun ini, perseroan hanya menganggarkan belanja modal hingga US$ 50 juta yang seluruhnya berasal dari kas internal.

Saat ini, perseroan setidaknya memiliki empat aset yang telah berproduksi yaitu Proyek Lanut di Sulawesi Utara, proyek Penjom di Pahang, Malaysia, serta proyek Bakan di Sulawesi Utara dan proyek Seruyung di Kalimantan Utara, yang keduanya bergerak pada bidang gold pour.

Perseroan juga memiliki beberapa aset dalam tahap eksplorasi dan konstruksi seperti PT J Resources Nusantara (JNR), PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), J Resources Gold (UK) Limited (JRGL), PT Sago Prima Pratama (SPP), PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM), dan PT Arafura Surya Alam (ASA).

J Resources rencananya juga bakal memulai konstruksi penambangan di kawasan di Gunung Pani, Gorontalo, pada tahun depan. Kawasan pertambangan tersebut dikelola oleh anak usaha perseroan, PT Gorontalo Sejahtera Mining. Edi mengatakan, sebelumnya perseroan telah menuntaskan penyusunan feasibility study (FS) pada lahan tambang seluas 7.000 hektar (ha) tersebut. “Kami akan menuntaskan Amdal dan design processing sehingga dapat mulai konstruksi pada 2015,”jelas dia.

Edi melanjutkan, untuk saat ini nilai konstruksi masih dihitung sehingga detil kebutuhan dana untuk proyek tersebut belum dapat dipublikasikan. Hingga akhir 2014, perseroan memprediksi produksi emas bisa mencapai angka 210.000 oz, melampaui target tahun ini sebanyak 200.000 oz. Capaian tersebut meningkat signifikan dari dari produksi tahun lalu sebesar 67.000 oz. “Meningkatnya produksi akan mendongkrak pendapatan serta laba bersih perseroan tahun ini,”tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Bangun Infrastruktur SID Butuh Rp650 miliar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan biaya untuk investasi pembangunan infrastruktur Sistem Informasi Debitur atau…

Deltamas Bukukan Penjualan Rp 811 Miliar - Permintaan Lahan Meningkat

NERACA Jakarta – Perusahaan pengembang kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan penambahan marketing sales sepanjang sembilan bulan pertama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ADHI Baru Serap Obligasi Rp 966,73 Miliar

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) baru menggunakan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 sebesar Rp966,73 miliar…

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

Tawarkan Hunian Terjangkau - APLN Rampungkan Tower Pertama PGV

NERACA Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui PT Graha Tunas Selaras merampungkan pembangunan tower pertama Podomoro Golf…