54 Orang Lulus Pemeriksaan dan Administrasi

NERACA

Jakarta - Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, memastikan sebanyak 54 orang telah lulus pemeriksaan dan seleksi administrasi untuk tes pengisian jabatan pimpinan tinggi madya eselon satu di lingkungan Kementerian Keuangan.

"Peserta yang dinyatakan lulus sebanyak 54 orang," kata dia, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Seleksi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (27/11).

Mardiasmo mengatakan, sebanyak 54 orang tersebut akan mengikuti seleksi penulisan makalah, pada Jumat (28/11), dan hasil dari ujian tertulis akan diumumkan pada laman Kementerian Keuangan pada Senin (1/12).

Dia menambahkan, para peserta seleksi jabatan eselon satu yang dinyatakan lulus penulisan makalah akan mengikuti seleksi selanjutnya, yaitu Assesment Center yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (2/12) dan Rabu (3/12).

Dari daftar peserta yang lulus ada sejumlah pejabat yang saat ini telah menduduki jabatan eselon satu seperti Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Robert Pakpahan, Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Andin Hadiyanto serta Akademisi Universitas Indonesia Suahasil Nazara.

Kementerian Keuangan sedang melakukan seleksi terbuka untuk posisi Dirjen Pajak, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara, dan Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi serta Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.

Seleksi terbuka ini dilakukan karena posisi eselon satu tersebut sedang lowong atau maupun tidak terisi, dan proses uji kelayakan dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014.

Daftar 54 peserta yang lulus adalah Andin Hadiyanto, Arif Baharudin, Astera Primanto Bhakti, Awan Nurmawan Nuh, Batara Situmorang, Bey Triadi Machmudin, Catur Rini Widosari, Dadang Suwarna, Dharma Nursani, Djoko Hendratto dan Asep Ahmad Saefuloh.

Selain itu, Faizul Ishom, Haryanto, Hedi Muhammad Idris, Freddy Rikson Saragih, Robby Tampubolon, Syafri Adnan Baharuddin, Estu Budiarto, Hario Damar, Harry Gumelar, Herry Abdul Aziz, Irfa Ampri, Iwan Djuniardi dan Kukuh Sumardono Basuki.

Kemudian, Kushari Suprianto, Makmun, Muhammad Haniv, Poltak Maruli John Liberty Hutagaol, Suahasil Nazara, Puspita Wulandari, Rida Handanu, Robert Pakpahan, Sigit Priadi Pramudito, Suryo Utomo, Susiwijono, Abdullah Sani dan Angin Prayitno Aji.

Terakhir, Arfan, Andi Sinrang, Edi Slamet Irianto, Muhammad Handry Imansyah, I Ketut Puspa Adnyana, Bustan Ramli, Ken Dwijugiasteadi, Peni Hirjanto, Pontas Pane, Harta Indra Tarigan, Ikhsan Toha, Ihwan Sudrajat, Kusmahendri, Mekar Satria Utama, Mohammad Isnaeni, Robert Leonard Marbun dan TR Fahsul Falah. [ardi]

BERITA TERKAIT

Kemenperin Rancang Insentif, Indeks dan Inovasi Industri 4.0

NERACA Jakarta – Pemerintah telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0. Peta jalan…

Permen KP 56/2016 Demi Lindungi Stok Kepiting dan Rajungan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluruskan anggapan keliru terkait pemberlakuan Permen KP No. 56 tahun 2016. Direktur…

Strategi Perkuat Basis Investor Milenial - Kemudahan dan Produk Terjangkau

NERACA Solo – Relaksasi dan kemudahan dalam membuka rekening efek, khususnya investasi reksadana di pasar modal membuahkan hasil pada pertumbuhan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Pengaruhi Ketersediaan Lapangan Pekerjaan Perbankan

    NERACA   Jakarta - Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Rhenald Kasali memproyeksi bahwa ketersediaan lapangan pekerjaan di sektor…

Hanya 1,7% Penduduk Indonesia Miliki Asuransi

    NERACA   Bandung - Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Dadang Sukresna mengatakan hingga saat ini jumlah penduduk Indonesia…

BI – Bank Sentral Tiongkok Perbarui Perjanjian SWAP Bilateral

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Tiongkok (People's Bank of China/PBC) memperbarui perjanjian…