Komoditi Fair China Guangxi Kembali Digelar

NERACA

Jakarta – Besarnya potensi pasar di Indonesia, ditambah dengan masih positifnya daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang terus tumbuh, menjadi alasan derasnya serbuan produk impor dari luar negeri dan termasuk China. Namun ironisnya, maraknya barang asing yang beredar belum memberikan dampak positif yang lebih panjang bagi industri manufaktur bagi Indonesia.

Maka melalui kerjasama dan pameran komoditi fair China Guangxi yang akan di selenggarakan di Jakarta, menjadi momentum tepat untuk mengoptimalkan kerjasama antara kedua negara dalam transfer alih teknologi, “Kerjasama melalui event pameran ini akan memberikan keuntungan bagi kedua negara,”kata Executive Chairman Komoditi Fair China Guangxi, Richard Tan di Jakarta, Kamis (20/11).

Dia menjelaskan, Guangxi adalah salah satu provinsi terdepan di Cina yang berhadapan langsung dengan perbatasan Asia, seperti Vietnam. Kondisi geografis dan infrastruktur yang memadai menjadi alasan provinsi ini menjadi garda terdepan dalam menjalin kerjasama dengan Indonesia untuk membuka pasar.

Apalagi, Indonesia juga dinilai memiliki potensi produk komoditi yang bisa di ekspor ke China seperti kertas. Sementara Direktur Komoditi Fair China Guangxi, Li Shuo menegaskan, dalam pameran nanti akan melibatkan 67 industri manufaktur asal China, khususnya dari provinsi Guangxi, “Dalam pameran nanti, kita akan lebih mengandalkan produk biofarma dan karya seni,”ungkapnya.

Namun sayangnya, dirinya belum mau menyebutkan berapa nilai investasi yang akan dibawa ke Indonesia melalui pameran yang diklaim sudah berlangsung selama 11 kali. Asal tahu saja, Guangxi merupakan propinsi daerah otonomi di China dengan perekonomian tumbuh 10% tiap tahunnya atau saat ini sekitar US$ 226 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Nippon Paint Kembali Cetak Rekor MURI Kedua - Berhasil Cat 7.488 Gapura

Lagi untuk kedua kalinya, perusahaan produsen cat Nippon Paint kembali meraih rekor Muri dengan memecahkan rekor mengecat gapura merah putih…

Stop Impor Barang Modal dan Tunda Proyek BUMN - BI KEMBALI NAIKKAN SUKU BUNGA ACUAN JADI 5,5%

Jakarta-Di tengah ancaman defisit neraca perdagangan Indonesia yang makin melebar belakangan ini, dan tekanan ekonomi AS yang mempengaruhi global, Bank…

APKLI Kota dan Kabupaten Sukabumi Akan Kembali Aktif

APKLI Kota dan Kabupaten Sukabumi Akan Kembali Aktif NERACA Sukabumi - Keberadaan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) wilayah Kota…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dihantui Volatile IHSG - BEI Masih Optimis Target IPO Melebihi Target

NERACA Jakarta – Di sisa paruh kedua tahun ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih optimis target perusahaan yang akan…

Pefindo Catatkan Penundaan Obligasi Rp 20 Triliun

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan kebijakan kenaikan suku bunga acuan bank Indonesia (BI) 7 Day Repo Rate yang telah mencapai 5.5%,…

Stock Split MNC Kapital Disetujui Investor

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT MNC Kapital Indonesia Tbk (MNC Financial Services), pemegang saham menyetujui…