Bliztmegaplex Siapkan Capex US$ 40 Juta

Selasa, 04/11/2014

NERACA

Jakarta – Meskipun kinerja keuangan mengalami rugi, namun PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) pemilik jaringan bioskop Bliztmegaplex tetap ekspansif mengembangkan bisnisnya kedepan. Bahkan rencananya tahun 2015, perseroan bakal menambah 8 bioskop baru dengan nilai investasi sekitar US$ 40 juta, dimana setiap satu bioskop investasinya sekitar US$ 5 juta.

Presiden Direktur PT Graha Layar Prima Tbk, Bernad K. Sondak mengatakan, tahun depan perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 40 juta. Dimana pembiayaan belanja modal akan disuntik melalui pemegang saham, “Belanja modal tahun depan akan didanai dari suntikan pemegang saham dan belum berencana menerbitkan obligasi atau pinjaman bank,”ujarnya di Jakarta, Senin (3/11).

Dirinya mengakui, industri bioskop dalam negeri masih terhambat soal regulasi yang dinilai tidak berpihak pada pelaku industri dan ditambah minimnya infrastruktur pembangunan bioskop. Padahal guna membangun industri kreatif, perlu regulasi yang berpihak dengan membuka izin pembangunan bioskop bukan dari negatif list.

Asal tahu saja, pada kuartal ketiga tahun ini, Blitzmegaplex membukukan rugi mencapai 794%. Total rugi periode berjalan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp33,35 miliar, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,73 miliar. Dijelaskan, membengkaknya kerugian perseroan disebabkan menurunnya pendapatan bersih perusahaan menjadi Rp227,18 miliar dari Rp228,64 miliar. Sementara, beban pokok pendapatan mengalami kenaikan sebesar Rp103,36 miliar atau naik sebesar 20% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, beban operasional juga mengalami kenaikan 17% menjadi Rp24,96 miliar. Kenaikan ini berasal dari meningkatnya beban umum dan administrasi sebesar 20%, sementara beban penjualan turun sebesar 38%. Sebelumnya, total beban operasional sebesar Rp140,70 miliar menjadi Rp165,66 miliar.

Kenaikan beban-beban tersebut membuat perusahaan berkode BLTZ itu memperoleh rugi operasional sebesar Rp41,83 miliar padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, Graha Layar Prima mendulang laba operasi sebesar Rp2,33 miliar. Saat ini, Graha Layar Prima berusaha meningkatkan pendapatan dalam industri bioskop dan penyediaan makanan serta minuman. Perusahaan telah memiliki tujuh bioskop Blitzmegaplex dan entitas anak juga mengoperasikan Bioskop Blitztheater yang beroperasi di Balikpapan, Batam dan Bekasi.

Kemudian sebagai tanggung jawab sosial perusahaan, Blitzmegaplex bekerjasama dengan CJ CGV (jaringan bioskop di Korea) dan di dukung penuh oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA), kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan pembuatan fil, Totos Film Making Class selama dua tahun ke depan sebanyak delapan kali di kota Jakarta dan Bandung bekerjasama dengan sekolah-sekolah setempat secara gratis.

Kata Direktur Blitzmegaplex, Dian Sunardi, pelatihan kelas pembuatan film untuk kelas pertama akan diselenggarakan pada bulan November di SMK 57 Jakarta, “Kegiatan ini kami adakan kembali karena animo generasi anak muda Indonesia terhadap dunia perfilman ternyata sangat tinggi,”ujarnya. (bani)’