Hipmi Jaya Minta Pemerintah Revitalisasi KUR

Selasa, 04/11/2014

NERACA

Jakarta -Presiden Joko Widodo mendaulat Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menjabat sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta menyambut baik penunjukan itu. Hipmi menyatakan siap menjadi mitra dalam membangun daya saing UKM. Tak hanya itu, Hipmi meminta agar Menkop merevitalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Hipmi menyambut baik penunjukan Puspayaoga. Kami siap menjadi mitra membangun daya saing UKM,” ujar Rama Datau, Ketua Umum Hipmi Jaya di Jakarta, kemarin.Dia mengatakan, Puspayoga merupakan aktivis partai yang memiliki perhatian dan kepedulian mengembangkan kewirausahaan di Bali saat menjabat sebagai Wali Kota Denpasar dan Wakil Gubernur Bali.

Rama mengatakan, salah satu agenda terdekat yang akan dihadapi Menkop UKM baru yakni mempersiapkan daya saing UKM menghadapi Perdagangan Bebas ASEAN 2015. Dikatakannya, kontribusi UKM atas ekspor nasional masih di bawah 20%, sedangkan Thailand telah berada di atas 20%. Padahal, kontribusi UKM RI atas perekonomian nasional cukup besar yakni mendekati 60% atas PDB (produk domestik bruto).

Sejumlah tantangan menanti, yakni bagaimana meningkatkan kapasitas bisnis UKM (capacity building), membuka akses pembiayaan yang lebih besar bagi pelaku UKM, meningkatkan kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) UKM, serta meningkatkan akses pasar dan teknologi bagi UKM.

Pada bagian lain, Hipmi Jaya juga berharap agar Menkop UKM dapat melanjutkan program pembiayaan untuk pengusaha pemula, KUR. Hipmi mengusulkan agar KUR direvitalisasi agar makin tepat sasaran dan berdampak besar bagi pengembangan kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja. Hingga Agustus 2014, sebanyak tujuh bank nasional telah menyalurkan KUR sebanyak Rp149,36 triliun atau tumbuh 31,75% (year on year/yoy). Ketujuh bank tersebut yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah. Nilai KUR tersebut meningkat Rp 113,36 triliun dari periode yang sama tahun lalu. [ardi]