Mandiri Finance Tertarik Garap Industri Maritim - 2016 Biayai Kapal Cepat

NERACA

Jakarta - Perusahaan pembiayaan PT Mandiri Tunas Finance, memprediksi bahwa pembangunan industri maritim yang menjadi jargon Presiden Joko Widodo mulai dilirik pelaku jasa keuangan, terutama perusahaan pembiayaan (multifinance).

Direktur Mandiri Tunas Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, sinyal kuat dari Pemerintahan Jokowi membangun poros maritim jelas memberikan banyak peluang bagi perusahaan pembiayaan untuk turut berperan.

"Memang, ini kesempatan yang sangat besar. Meskipun kita akui harus melihat jangka waktunya. Apalagi, kehadiran Menko Kemaritiman makin membuka peluang bisnis. Kebutuhan mobil, baik penumpang maupun komersial, dan truk angkut berat pasti meningkat," kata Susatyo di Jakarta, Kamis (30/10).

Lebih jauh dirinya menuturkan, pembiayaan di sektor maritim ini setidaknya membuka peluang besar bagi anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tersebut. Salah satunya, pembiayaan kendaraan untuk membangun infrastruktur seperti pelabuhan.

Untuk membangun infrastruktur, lanjut Susatyo, tentu membutuhkan kendaraan-kendaraan niaga, atau kendaraan besar yang digunakan untuk mengangkut bahan baku dan material. Terlebih lagi, Presiden Jokowi pernah berjanji akan membangun lebih dari 20 pelabuhan di seluruh Indonesia.

“Hal ini membuat peluang pembiayaan infrastruktur sangat prospektif. Namun tetap membutuhkan manajemen risiko dan perhitungan yang matang,” jelas dia.

Meski sangat tertarik, Susatyo masih enggan memastikan kapan perseroan benar-benar ‘masuk’ ke pembiayaan kendaraan untuk pembangunan infrastruktur pelabuhan. "Tetaplah perlu pengkajian matang," paparnya.

Selain itu, kata dia, terdapat peluang juga untuk perseroan membiayai pembelian moda transportasi kapal cepat. Perseroan yang memiliki aset Rp6,4 triliun sudah lama membidik pembiayaan sektor kapal. "Apalagi baru ada satu perusahaan pembiayaan yang masuk ke sektor pembiayaan kapal. Tahun 2016 kami berencana membiayai kapal cepat. Sekarang proses studi kelayakan,” tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Proyek Kereta Cepat Diperkirakan Rampung 2020

      NERACA   Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung membutuhkan waktu pengerjaan…

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

Intan Baruparana Finance Bernafas Lega - Penyelesaian Utang Diperpanjang

NERACA Jakarta – Dibalik rencana restrukturusisasi utang, perusahaan jasa keuangan PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) bisa bernafas lega karena…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Jika UU Akses Informasi Dibatalkan, Negara Merugi

  NERACA   Jakarta - Mantan Menteri Keuangan RI Muhammad Chatib Basri menyatakan bahwa negara akan mengalami kerugian bila Undang-Undang…

BRI Syariah Kucurkan KPR Sejahtera Rp1,5 triliun

      NERACA   Jakarta - BRISyariah memberikan kemudahan kepada kaum milenial untuk segera memiliki huniah perdananya. Komitmen ini…

Penyaluran Kredit BCA Tumbuh Hingga 12,3%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menumbuhkan penyaluran kredit sebesar 12,3 persen (tahun ke…