Unit Link, Alternatif Wirausahawan Tambah Modal

Sabtu, 01/11/2014

NERACA

Guna mengurangi defisit neraca keuangan Negara yang sudah sangat membengkak,kenaikan harga BBM sepertinya tak terelakkan. Tentunya, kenaikan BBM ini akan diikuti oleh naiknya harga barang-barang dan jasa-jasa di masyarakat.

Kenaikan harga barang dan jasa ini menyebabkan tingkat inflasi di Indonesia mengalami kenaikan dan mempersulit perekonomian masyarakat terutama masyarakat yang berwirausaha.

Bagi dunia usaha, kenaikan harga BBM memberikan dampak cukup besar terhadap biaya produksi barang dan jasa. Biaya bahan baku akan turut mengalami kenaikan, ditambah lagi dengan ongkos angkut yang kian melonjak yang pada akhirnya membuat pendapatan mengecil. Mau tak mau menaikan harga produk akhir menjadi pilihan bagi para wirausahawan

Agar kita tidak mudah terpengaruh atau terkena efek dari gonjang-ganjing kenaikan harga BBM di atas, maka tidak ada salahnya bagiwirausahawanuntuk mulai memikirkan investasi jangka panjang.

Namun di sisi lain, parawirausahawanjuga harus tetap menyiapkan proteksi bagi diri pribadi dan juga keluarga. Nah, salah satu produk keuangan yang bisa mengakomodir kedua kebutuhan di atas adalah produk unit link.

Head of Faculty Sequis Training Academy of Excellence (STAE), Fourrita Indah, menjelaskan investasi dapat digunakan sebagai tambahan modal yang dapat digunakan suatu saat, apabila terjadi hal-hal buruk.

Asuransi unit link, sambung dia, merupakan salah satu produk asuransi gabungan antara investasi dan proteksi di mana investasi lebih besar dan proteksi lebih kecil. Asuransi unit link dapat menjadi salah satu alternatif berinvestasi bagi entrepreneur karena mampu memberikan hasil investasi maksimal sekaligus perlindungan individu.

“Dengan kata lain, investasi unit link memberikan kesempatan untuk berinvestasi yang dapat digunakan sebagai tambahan modal jika suatu saat terjadi hal buruk. Ini bisa jadi alternatif investasi bagi wirausahawan," ujar Dia.

Menurut data Sequislife, hingga September 2014 total pendapatan premi bruto dari investasi termasuk unit link lebih dari Rp1.80 T atau sekitar 14% dari tahun. Jika ditotal aset Sequislife naik 14% atau sekitar Rp10.056 Triliun.