Ekonomi Kreatif Bakal Diperhatikan

Rabu, 29/10/2014

NERACA

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil mengatakan, meski Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemanparekraf), yang dikembalikan lagi menjadi Kementerian Pariwisata. Tapi dirinya berjanji sektor ekonomi kreatif akan tetap menjadi perhatian Presiden Jokowi. Jokowi berencana membentuk badan yang khusus mengurus sektor ekonomi kreatif, alias tak lagi di Kemenparekraf.

"Ekonomi kreatif akan dibikin Badan sendiri, supaya jauh lebih efektif. Daripada Selama ini parekraf. Jadi Badan itu, dengan pernyataan Presiden bahwa di berbagai negara itu kayak di Korea dibentuk badan sendiri," kata Sofyan di Jakarta, Senin (27/10).

Sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparenkraf) dipimpin oleh Mari Elka Pangestu. Setelah menjabat sebagai menteri perdagangan, Mari Elka sejak 19 Oktober 2011 dipercaya sebagai Menparekraf oleh Presiden SBY, setelah ada reshuffle pada waktu.

Ketertarikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam mengembangkan industri kreatif di Indonesia ternyata terinspirasi negara-negara maju. SBY mengaku belajar tentang industri ini dari Korea, AS dan Jepang.

Cerita kepincutnya SBY pada industri kreatif ternyata berawal ketika pertemuan APEC di Busan Korea pada 2005, dimana 21 negara berkumpul. Dalam kesempatan itu tuan rumah Korea menyuguhkan pameran industri kreatif yang membuat decak kagum para tamu negara.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ekonomi Kreatif dan MICE (Meeting, Incentive Travels, Convention, Exhibition), Budyarto Linggowiyono, mengatakan, sesuai dengan janji saat masa kampanye dirinya meminta agar pemerintah baru Jokowi-JK merealisasikan pengembangan ekonomi kreatif.

"Jika memang pemerintah baru akan lebih focus mengembangkan ekonomi kreatif tentu informasi sangat membasarkan hati dan harapan para pengurus Kadin di bidang Industri Kreatif dan MICE," ujarnya,

untuk itu, pihaknya meminta janji tersebut direalisasikan, karena sektor industri kreatif memiliki potensi yang sangat besar. Terutama, bagi pemerataan pertumbuhan dan peningkatan perekonomian nasional.

Selain itu ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor penggerak yang dapat mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur. Hal itu tentunya sesuai dengan visi pembangunan Indonesia hingga 2025 mendatang. [agus]