Resources Alam Akuisisi Khatulistiwa Energi - Kembangkan Energi Terbarukan

NERACA

Jakarta - PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) mengakuisisi saham PT Khatulistiwa Hidro Energi dari PT Bumi Raya Utama dan Hendro Martowardojo. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (20/10).

Dijelaskan, perseroan bersama dengan pihak yang terlibat transaksi telah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama. Adapun alasan perseroan mengakuisisi PT Khatulistiwa Hidro Energi adalah dalam rangka pengembangan bisnis energi terbarukan. Perseroan sebelumnya telah menyepakati perjanjian pembelian tenaga listrik dengan kapasitas 6.400 Kwh di Cicatih, Jawa Barat dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada 9 Juli 2012.

Selain itu, juga sejalan dengan keinginan pemerintah untuk mengurangi pemakaian sumber daya alam tak terbarukan (unrenewable), seperti minyak, gas, dan batu bara. Dengan demikian, pengembangan potensi sumber daya air sebagai alternatif dan terbarukan (renewable) perlu terus ditingkatkan.

Pertimbangan lainnya adalah adanya dukungan pemerintah, yang tertuang dalam Permen ESDM Nomor 12/2014, yang berisi kenaikan harga beli listrik tenaga air dari Rp656 per Kwh menjadi maksimal Rp1.075 per Kwh. PT Khatulistiwa Hidro Energi adalah perusahaan yang memiliki 95% saham PT Bias Petrasia Persada, yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik tenaga air (hidro energi).

Kendati demikian, besarnya presentasi akuisisi dan nilai dari transaksi tersebut masih menunggu selesainya penghitungan nilai wajar (fair value) dan penilaian kewajaran (fairness opinion) dari penilai independen.

Hingga akhir bulan September 2014, PT Resources Alam Indonesia Tbk telah menghabiskan dana sekitar US$ 1,28 juta atau setara Rp15,36 miliar (kurs Rp12.000) untuk kegiatan eksplorasi pertambangan. Corporate Secretary Resources Alam Indonesia, Lenny SC pernah bilang, kegiatan ekspolarasi tersebut dilakukan melalui entitas anak usaha, yaitu PT Insani Baraperkasa. Sedangkan kegiatan eksplorasi dilakukan di Handil Bakti, Tanjung Barokah. Sementara bor infill dilakukan di wilayah Separi pengembangan."Sampai dengan akhir bulan September, anak usaha PT Insani Baraperkasa telah menghabiskan dana untuk kegiatan eksplorasi sebesar US$ 1,28 juta," ujar Lenny.

Lebih lanjut dia menjelaskan, rencana aksi perseroan ke depan akan terus melakukan pemetaan geologi dan pembebasan lahan di wilayah blok Loajanan. Selain itu, perseroan juga akan menetapkan sub-blok untuk wilayah pertambangan yang potensial,”Untuk blok Separi masih dipelajari untuk kegiatan bor. Seluruh blok dalam PKP2B oleh PT Insani Baraperkasa untuk tahap produksi sudah mendapat persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral,”paparnya. (bani)

Related posts