BRI Raih Predikat Juara Umum

ARA 2014

Selasa, 21/10/2014

NERACA

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi juara umum dalam "Annual Report Award (ARA) 2014" untuk laporan keuangan tahun 2013. "Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kerja cerdas seluruh jajaran Bank BRI yang bertahun-tahun berupaya keras meraih penghargaan bergengsi ini," kata Direktur Utama BRI, Sofyan Basir, di Jakarta, Jumat (17/10), pekan lalu.

Dia pun mempersembahkan penghargaan itu bagi seluruh pekerja BRI yang tersebar hingga ke pelosok Nusantara. Selain menjadi juara umum, perseroan juga menyabet penghargaan juara pertama untuk kategori “BUMN Listed Company”.

Sofyan mengatakan perolehan penghargaan ini sejalan dengan prestasi kinerja BRI yang konsisten menjaga pertumbuhan dan kesehatan bisnis bank. ARA adalah salah satu penghargaan untuk menilai kualitas penerapan "Good Corporate Governance" dengan mengacu pada ketentuan penilaian yang berlaku secara internasional.

Dengan mengusung tema "Membangun Daya Saing Ekonomi Indonesia untuk Menyongsong Integrasi Ekonomi ASEAN 2015 Melalui Transparansi Informasi", penyelenggaraan ARA ke-13 berusaha membagun kesadaran ekonomi nasional agar siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Per triwulan II 2014, BRI mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp11,72 triliun, atau naik sebesar 17,11% (year on year/yoy). Angka ini mempublikasikan kinerja keuangan triwulan II-2014 dengan konsisten menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

Pencapaian laba bersih tersebut merupakan hal yang sangat positif di tengah kondisi politik dan ekonomi domestik yang kurang kondusif. Solidnya kinerja bisnis BRI ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang mencapai 17,19% (yoy), dari Rp391,77 triliun pada triwulan II-2013 lalu menjadi Rp459,13 triliun pada triwulan II-2014.

Pertumbuhan kredit tersebut juga dibarengi dengan prinsip kehati-hatian sehingga tingkat rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) dapat dijaga di level 0,57%. Dari sisi pendanaan, BRI juga menumbuhkan dana pihak ketiga (DPK).

Per akhir triwulan II-2014, total DPK perseroan mencapai Rp488,45 triliun atau tumbuh 11,27% (yoy) dengan kontribusi sumber dana murah (CASA) yang tetap dapat dijaga di level 57,3%. Pertumbuhan tabungan BRI masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata industri, yakni 14,49% berbanding 10,12%.

Konsistensi BRI dalam mempertahankan pertumbuhan bisnisnya juga tercermin dari pencapaian fee based income yang meningkat sebesar 20,8% (yoy). Pertumbuhan fee based income tertinggi berasal dari transaksi e-banking sebesar 55,9% (yoy).

Begitu pula porsinya, di mana ikut meningkat dari 12,5% menjadi 16,1%. Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida menyatakan, peserta ARA 2013 mengalami peningkatan 11,53% menjadi 261 peserta, jika dibanding ARA 2012.

Ke-261 peserta itu terdiri dari 249 perusahaan dan 12 dana pensiun. Menurut dia, penyelenggaraan ARA 2013 sendiri untuk membangun daya saing ekonomi Indonesia, selain itu untuk menyongsong integrasi ekonomi Asia Tenggara 2015 melalui transparansi informasi.

Nurhaida juga menambahkan peserta yang mengikuti ARA 2013 memiliki indikator yang paling utama dalam menilai pemenang dilihat dari aspek implementasi GCG. "Penilaian GCG merupakan aspek yang paling besar dalam menentukan pemenang, sehingga pelaku bisnis bisa mendorong terus aspek GCG dan bermanfaat untuk di masa yang akan datang," ujarnya. [ardi]