Sadar Asuransi Indonesia Masih Rendah

Menyambut Hari Asuransi 2014

Sabtu, 18/10/2014

Sosialisasi asuransi kepada masyarakat luas melalui memang masih menjadi satu cara yang efektif untuk mengedukasi sekaligus mengembangkan sadar asuransi di Indonesia. Mungkin satu cara mengedukasi masyarakat luas itu adalah dengan mengadakan seminar nasional tentang asuransi ke desa-desa. Dengan begitu diharapkan masyarak luas bisa sadar asuransi lalu bisa menginduksi masyarakat yang lainnya.

Indonesia memang menjadi salah satu Negara yang penduduknya masih belum menyadari betapa pentingnya menggunakan asuransi. Padahal asuransi sendiri merupakan salah satu cara yang bisa menolong kita saat mendapatkan kesulitan keuangan, namun masyarakat harus terlebih dahulu jeli dalam memilih jasa penyedia asuransi dan jenis asuransi yang tepat.

Cukup banyaknya kasus asuransi di Indonesia memang menjadi salah satu alasan kurangnya minat masyarakat Indonesia untuk sadar asuransi, umumnya masyarakat menengah kebawah. Berdasarkan data, perasuransian di Indonesia tiap tahunnya naik lebih dari 15 persen per tahun. Namun, sayangnya rasio antara premi bruto asuransi dibandingkan dengan produk domestik bruto hanya 2,16 persen.

Namun diyakini dunia asuransi di Indonesia masih akan terus berkembang. Pasalnya masyarakat Indonesia yang belum mengenal asuransi melebihi angka 90 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Pada umumnya memang terdapat dua kelompok utama asuransi , yaitu asuransi jiwa seperti kesehatan, kecelakaan, dan jiwa. Sedangkan yang kedua ialah asuransi umum kebakaran, properti, dan kejadian tak terduga seperti banjir.

Rasio ini memang masih dikatakan sangat kecil bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang rata-rata di atas 5,5 persen. Begitu pula dengan indeks literasi keuangan dan indeks penggunaan produk dan jasa perasuransian. Berdasarkan data OJK, masyarakat yang melek terhadap asuransi hanya 17,84 persen atau dari 100 orang hanya ada 17 yang memahami asuransi.

Saat ditemui disela-sela peringatan Hari Asuransi, Hendrisman Rahim, Ketua DAI mengatakan, "Rendahnya penetrasi indonesia membuat bahwa masyarakat indonesia yang tidak memahami pentingnya asuransi bagi kehidupan dan juga perencanaan keuangan yang sangat disayangkan bahwa jumlah penduduk yang sangat besar, hal ini yang membuat kami melaksanakan acara ini.”

Minat masyarakat untuk memanfaatkan produk-produk asuransi juga masih minim, hal itu tercermin dari indeks penggunaan produk dan jasa asuransi, yaitu hanya 11,81 persen. Dari data-data OJK tersebut memang jelas menunjukkan bahwa penetrasi asuransi masih rendah. Sehingga perlu strategi jitu untuk mengembangkan pasar asuransi di Indonesia. Salah satunya adalah mengedukasi masyarakat mengenai betapa pentingnya asuransi.