Dana Pensiun Perkuat Pendapatan Bank Mandiri

Sabtu, 18/10/2014

NERACA

Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan (DPLK) Bank Mandiri terus memperkuat pertumbuhan bisnis. Hingga September 2014, JumlahAsset Under Management(AUM) atau dana kelolaan Mandiri DPLK mencapai Rp432,71 miliar, tumbuh 106,06 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 176,25 miliar.

Menurut Direktur Keuangan dan Umum Mandiri DPLK Rudi Rahman, institusinya siap mengelola Program Pensiun untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP) bagi perusahaan yang bergerak di Bidang Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi. Untuk itu, Mandiri DPLK secara berkelanjutan memperkuat sistem manajemen mutu dan kapasitas sumber daya manusia termasuk pengelolaan distributor.

"Kami saat ini telah mengelola dana pensiun dari seluruh segmen industri seperti otomotif, rumah sakit, pabrik, sekuritas, perkebunan, perbankan, apotik, pendidikan, yayasan dan lainnya. Ke depan, kami akan terus memperkuat dana kelolaan dengan mengoptimalkan peluang di sektor-sektor industri yang potensial," kata Rudi Rahman.

Dijelaskannya, Mandiri DPLK merupakan institusi keuangan yang didirikan untuk mendukung upaya menjadikan Bank Mandiri sebagaiOne Stop Financial Service. Mandiri DPLK juga dibentuk untuk mendukung pemerintah dalam merealisasikan Undang-undang Nomor 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun dan Undang-undang Nomor 13 tahun 20013 tentang Ketenagakerjaan.

Program-program yang ditawarkan Mandiri DPLK diantaranya Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon (PPIP), dimana besarnya manfaat pensiun didasarkan pada akumulasi iuran tetap maupun setoran tambahan (Top-Up) dan pilihan investasi.

Mandiri DPLK, lanjut Rudi, juga terus memperkuat bisnis di segmen ritel dengan memperluas jangkauan layanan ke masyarakat. Terkait hal ini, Mandiri DPLK sedang mengajukan ijin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar dapat menjual produk pensiun secara ritel melalui cabang Bank Mandiri.