Kemenperin Beri 165 Penghargaan Bidang Industri

Tingkatkan Daya Saing

Kamis, 16/10/2014

NERACA

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan 165 penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan industri nasional. Upaya ini dilakukan sebagai wujud untuk terus meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

“Di sini saya atas nama pemerintah menyerahkan 165 penghargaan kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam pengembangan industri nasional mengingat hari ini presiden atau wakil presiden berhalangan hadir, maka saya yang menyerahkan. Pemberian penghargaan di bidang industri biasanya diserahkan langsung oleh Presiden atau Wakil Presiden di Istana Negara, namun karena kesibukan di pengujung masa bakti Kabinet Indonesia Bersatu II, maka penghargaan diserahkan oleh saya atas nama presiden," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Mohamad S Hidayat saat menyerahkan penghargaan di kantornya, Jakarta, Rabu (15/10).

Menurut Hidayat penghargaan ini memang diberikan setiap tahun, dari tahun ke tahun perkembangannya sangat bagus selalu ada peningkatan ini membuktikan kualitas baik produk maupun Sumber Daya Manusia dan lainnya di sektor industri terus ada peningkatan. “Hasilnya cukup baik, dan ini bagus untuk peningkatan industri ke depan,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah di depan mata. “Jika industri kita kuat maka bisa bersaing pada saat pagelaran pasar bebas nanti berlangsung. Dan salah satu upaya mendorong peningkatan daya saing salah satunya dengan memberikan penghargaan ini sehingga keterlibatan masyarakat luas dalam meningkatkan daya saing industri dan memperluas lapangan kerja semakin tinggi,” ujarnya.

Adapun penghargaan itu terdapat enam Penghargaan Bidang Industri yang diberikan. Pertama adalah Penghargaan Anugerah Cinta Karya Bangsa, yaitu penghargaan pemerintah kepada Kementerian, lembaga dan BUMN yang melaksanakan program peningkatan penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa. Penghargaan tersebut diberikan kepada 15 penerima, yang terdiri dari tiga kementerian, tiga BUMN, 3 pemerintah provinsi, tiga pemerintah kabupaten/ kota dan tiga perguruan tinggi.

Selanjutnya, Penghargaan Industri Hijau, untuk mengapresiasi perusahaan industri yang memberikan peran serta dalam menjaga kelestasian fungsi lingkungan, yang diberikan kepada 101 perusahaan. Kemudian, Penghargaan Upakarti, yaitu penghargaan kepada masyarakat yang aktif melakukan kegiatan pengembangan industri kecil dan menengah, yang diberikan kepada 28 penerima.

Sementara itu, ada juga Penghargaan Rintisan Teknologi Industri, yakni apresiasi pemerintah kepada perusahaan atau industri yang berjasa menghasilkan invensi dan inovasi teknologi sehingga terjadi peningkatan produktivitas, diberikan kepada tujuh penerima. Lalu, Penghargaan Kreasi Prima Mutu, yakni apresiasi kepada perusahaan industri kecil dan menengah yang melaksanakan perbaikan mutu secara terus menerus, yang diberikan kepada enam penerima.

Terakhir, Penghargaan Desain Produk Terbaik Indonesia, yakni apreasiasi kepada perusahaan dan desainer yang telah melakukan upaya luar biasa dalam menghasilkan desain suatu produk yang memenuhi kriteria desain terbaik, yang diberikan kepada delapan penerima.

Penerima Penghargaan

Menurut Tandean Rustandy Ditektur Utama PT. Arwana Citra Mulia Keramik yang juga salah satu penerima penghargaan untuk kategori penghargaan industri hijau, penghargaan ini merupakan apresiasi tersendiri dari pemerintah kepada perusahaannya. “Tapi, yang menjadi fokus kami bukan masalah penghargaannya tapi komitmen pertumbuhan indsutri nasional jangka panjang. Salah satunya yaitu semua industri mampu menerapkan industri hijau karena ini sudah menjadi keharusan,” katanya.

Implementasi industri sangat baik untuk jangka panjang, karena Industri hijau itu apa yang digunakan terpakai tidak ada yang terbuang sehingga bahan baku yg dipakai digunakan seluruhnya jadi lebih produktif dan efisiensi. “Bukan hanya menguntungkan bagi industri tapi tetapi juga ramah lingkungan,” ujarnya.

Disinggung akan kesiapan menyambut MEA, menurut dia, untuk industri keramik sedah sangat siap. Karena perusahaan keramik nasional secara biaya produksi pembuatan termurah se-Asia bahkan dunia. Di samping itu harga jual keramik nasional tergolong terendah di dunia, sehingga tidak khawatir menyambut MEA 2015 nanti. “Kami sudah sangat siap, bahkan sudah sangat percaya diri menyambut MEA nanti, karena produk kita berkualitas, dengan harga terendah di dunia sehingga kami siap berkompetisi di pasar bebas nanti,” tegasnya.