Kemenperin Gelar Pameran 44 IKM Indonesia Timur

Rabu, 15/10/2014

NERACA

Jakarta – Industri kecil dan menengah (IKM) di wilayah timur Indonesia merupakan salah satu kekuatan cukup besar dalam pembangunan ekonomi nasional. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan IKM di wilayah timur Indonesia terutama pada subsektor industri berbasis kreativitas, seperti barang seni, kerajinan, desain, dan fesyen. Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat dalam sambutannya pada acara pembukaan Pameran Cahaya Timur Indonesia di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (14/10).

Pameran yang diselenggarakan selama empat hari, tanggal 14 – 17 Oktober 2014 dan dibuka untuk umum pukul 09.00 – 17.00 WIB, diikuti sebanyak 44 perajin IKM yang berasal dari berbagai provinsi di wilayah timur Indonesia, antara lain Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Produk-produk yang akan ditampilkan, diantaranya kerajinan batok kelapa, batik, tenun, kerajinan perak, kerajinan cukli, kerajinan kerang, perhiasan, serta aneka produk makanan dari coklat, rumput laut, markisa dan lain-lain.

Wilayah timur Indonesia terdiri dari 12 provinsi yang memiliki sumber daya alam yang relatif sama. Keunggulan masing-masing daerah di wilayah timur Indonesia, juga terletak pada kemampuan sumber daya manusia setempat dan ketersediaan lahan produktif lainnya. Namun dengan kekayaan yang berlimpah tersebut, hanya sebagian yang telah tereksploitasi. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan inovasi ekonomi melalui industri kreatif berbasis sumber daya alam.

Menperin menegaskan, industri kreatif berbasis sumber daya alam merupakan sektor industri yang memanfaatkan bahan baku berasal dari alam, termasuk diantaranya hasil-hasil pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, dan pertambangan. Dalam pengembangan industri tersebut perlu ditunjang dengan penerapan teknologi tinggi, madya, dan sederhana atau tepat guna. Untuk mendukung kedua hal tersebut, yang paling penting adalah sumber daya manusia yang siap dengan memiliki cukup pendidikan dan pelatihan. Terlebih lagi, di industri kreatif perlu adanya pengembangan industri yang akan membutuhkan proses penciptaan baru bahkan penemuan baru.

Pada tahun 2013, PDB IKM mampu memberikan kontribusi sebesar 34% terhadap PDB Industri. Dengan rasio IKM 60% di Pulau Jawa dan 40% di Luar Pulau Jawa. Melihat hal tersebut, para pelaku IKM wilayah timur Indonesia harus terus berkarya dan berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki dan menghasilkan produk yang bernilai tambah, sehingga dapat bersaing dan sejajar dengan wilayah-wilayah lainnya yang diharapkan juga mampu mengangkat dan memperkuat regional branding atau branding daerah.

Perkembangan dan pertumbuhan IKM dewasa ini, tidak terlepas dari adanya komitmen dan kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah dalam rangka mengarahkan IKM untuk mencapai tingkat pertumbuhan industri yang cukup tinggi, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan ekspor melalui penciptaan iklim usaha yang kompetitif dan mendorong investasi untuk mendukung pengembangan industri yang efisien serta penguatan struktur industri nasional.

Di samping itu, beberapa program dan kegiatan yang telah dilaksanakan pemerintah bagi pengembangan potensi IKM di Indonesia khususnya di wilayah timur Indonesia, diantaranya melalui program pengembangan IKM dengan pendekatan One Village One Product (OVOP) dan Klaster Industri, promosi pameran baik di dalam dan luar negeri, Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pembinaan IKM di daerah-daerah perbatasan dan tertinggal di wilayah timur Indonesia.

Menperin mengharapkan, Pameran Cahaya Timur Indonesia mampu mengangkat dan mempromosikan produk-produk IKM di wilayah timur Indonesia kepada masyarakat luas. Selain itu, diharapkan juga IKM di wilayah Timur dapat menciptakan produk yang memiliki nilai seni tinggi dan keunikan yang merupakan ciri khas daerahnya masing-masing.