APLN Bukukan Penjualan Rp 3,52 Triliun

NERACA

Jakarta – Perusahaan properti, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan total marketing sales atau pra penjualan sebesar Rp 3,52 triliun sepanjang kuartal III 2014 dari target 2014 sebesar Rp 6 triliun- Rp 6,5 triliun. Dalam siaran persnya di Jakarta kemarin, disebutkan, perolehan marketing sales itu memang masih jauh dari target perseroan.

Meski demikian, manajemen tidak merevisi target marketing sales 2014. Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk, Justini Omas menuturkan, pihaknya akan terus berusaha untuk mencapai target marketing sales,”Kami masih mengharapkan tambahan marketing sales dari proyek baru Simprug yang bisa masuk akhir tahun 2014," ujar Justini di Jakarta, kemarin.

Kontribusi marketing sales itu disumbangkan antara lain dari Harco Glodok sebesar 25,7%. Lalu disusul Orchard Park Batam sebesar 24,8%, Podomoro City Extension sebesar 13,1%. Kemudian marketing sales juga disumbangkan dari Plaza Kenari Mas sebesar 6,5%, disusul Grand Taruma sebesar 6,2%, Metro Park Residences sebesar 4,7%, Vimala Hills and Soho Pancoran masing-masing sebesar 4,6%.

Selain itu juga disumbangkan dari proyek Borneo Bay Residences sebesar 4,5% dan Podomoro City Deli Medan sebesar 4,1%. Asal tahu saja, belum lama ini perseroan mengungkapkan rencana menghadirkan proyek baru di Klender pasca mengakuisisi 85% saham PT Graha Cipta Kharisma yang memiliki lahan 9,5 hektar di Klender.

Investor Relation PT Agung Podomoro Land Tbk, Wibisono pernah bilang, lahan milik Graha Cipta Kharisma akan dimanfaatkan perseroan untuk di bangun sebuah kawasan mixed use. Rencananya, di atas lahan tersebut akan dibangun enam tower yang merupakan kawasan hunian apartemen, pusat perbelanjaan, dan jenis-jenis properti lainnya,”Mungkin lebih murah karena segmennya untuk kelas menengah. Tapi, setiap pembangunan satu tower biasanya membutuhkan investasi Rp 500 miliar,”ujarnya.

Dia menuturkan, untuk pembangunan mixed use, perseroan membutuhkan dana minimalRp 3 triliun untuk mengembangkan. Pembangunan proyek itu ditargetkan akan dimulai pada kisaran pertengahan tahun 2015 dengan masa pengerjaan sekitar tiga atau empat tahun.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan proses desain untuk kawasan mixed used itu. Perhitungan keuangan juga dilakukan untuk mematok harga jual yang bakal ditawarkan. Nah, setelah dipasarkan, duit hasil pra penjualan atau marketing sales atas proyek itulah yang bakal digunakan untuk menutup kebutuhan investasi proyek tersebut. Proses menentukan desain dan perhitungan valuasinya diharapkan dapat selesai antara bulan Oktober hingga November tahun ini. "Jadi, kami bisa mulai memasarkannya bulan Desember nanti,”kata Wibisono. (bani)

BERITA TERKAIT

Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun - Dukung Industri 4.0

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…

Penjualan Cimanggis City Capai 50 Persen

Penjualan Cimanggis City Capai 50 Persen NERACA Depok - PT Permata Sakti Mandiri (PSM) selaku pengembang apartemen Cimanggis City yang…

Penjualan Truk Fuso Naik 28,2 Persen di Kuartal I 2018

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan Mitsubishi Fuso di Indonesia membukukan pertumbuhan penjualan kendaraan selama kuartal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…