IHSG Akhir Pekan Masih Tren Menguat

Jumat, 10/10/2014

NERACA

Jakarta – Lagi, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali menguat seharian di pasar modal dipicu sentiment positif dari bursa regional yang juga bergerak menguat. Tercatat mengakhiri perdagangan Kamis, indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 35,360 poin (0,71%) ke level 4.993,879. Sementara Indeks LQ45 ditutup bertambah 7,029 poin (0,84%) ke level 844,396.

Kata analis HD Capital Yuganur Wijanarko, bursa saham regional yang kembali berada di area positif menjadi salah satu faktor pendorong bagi indeks BEI ikut bergerak menguat. Di sisi lain, lanjut dia, sentimen dari dalam negeri terkait politik juga cenderung mulai mereda sehingga memicu pelaku pasar saham di dalam negeri kembali aktif untuk melakukan aksi beli,”Kami melihat, sentimen regional mulai membaik, serta dari dalam negeri terkait politik, pelemahan rupiah juga cenderung mulai mereda. Sekarang tinggal menunggu penguatan lanjutan," kata dia di Jakarta, Kamis (9/10).

Secara teknikal,d ia menambahkan bahwa kondisi harga saham-saham di dalam negeri sudah masuk dalam area jenuh jual (over sold) sehingga potensi indeks BEI menembus level psikologis di atas 5.000 poin dapat tercapai.

Sementara analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan, potensi indeks BEI kembali menguat pada perdagangan akhir pekan masih ada untuk menuju target batas atas di level 5.068 poin,”Kekuatan naik masih stabil, dan dalam jangka panjang IHSG BEI masih berada dalam tren penguatan,"paparnya.

Pada perdagangan kemarin, sembilan sektor berhasil menguat dan hanya sektor tambang yang masih melemah. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 267,329 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 184.844 kali dengan volume 4,808 miliar lembar saham senilai Rp 3,983 triliun. Sebanyak 196 saham naik, 92 turun, dan 91 saham stagnan.

Lonjakan Wall Street mendorong bursa-bursa di Asia rata-rata berakhir positif. Hanya pasar saham Jepang yang terkena koreksi. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Taisho (SQBI) naik Rp 16.500 ke Rp 330.000, Matahari (LPPF) naik Rp 750 ke Rp 15.800, Asahimas (AMFG) naik Rp 550 ke Rp 7.100, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 475 ke Rp 11.075. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 9.500 ke Rp 160.500, Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.750 ke Rp 10.775, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 850 ke Rp 25.500, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 700 ke Rp 55.800.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup bertambah 45,673 poin (0,92%) ke level 5.004,192. Sementara Indeks LQ45 menanjak 9,622 poin (1,15%) ke level 846,989. Rata-rata penguatan indeks sektoral cukup tinggi, sekitar 1%. Saham-saham unggulan dan lapis dua yang kemarin sudah turun kini jadi incaran investor.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 103.114 kali dengan volume 2 miliar lembar saham senilai Rp 2,1 triliun. Sebanyak 194 saham naik, 66 turun, dan 72 saham stagnan. Bursa-bursa regional mulai kehilangan momentum sehingga sebagian jatuh ke zona merah hingga siang hari. Pasar saham Hong Kong dan Singapura masih bertahan positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Taisho (SQBI) naik Rp 14.500 ke Rp 328.000, Matahari (LPPF) naik Rp 650 ke Rp 15.700, Unilever (UNVR) naik Rp 525 ke Rp 31.100, dan Indocement (INTP) naik Rp 425 ke Rp 22.200. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 10.000 ke Rp 160.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 275 ke Rp 26.075, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 13.150, dan Asuransi Bintang (ASBI) turun Rp 145 ke Rp 1.000.

Diawal perdagangan, indeks dibuka naik 34,70 poin atau 0,70% menjadi 4.993,22, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 8,69 poin (1,04%) ke level 846,06,”Bursa Asia, termasuk indeks BEI bergerak menguat merespon positif kenaikan bursa saham di Amerika Serikat," kata analis Samuel Sekuritas Todd Showalter .

Menurut dia, lembaga dana moneter internasional (IMF) yang memproyeksikan perlambatan ekonomi global memberikan indikasi bahwa bank sentral AS (the Fed) tidak akan menaikkan suku bunga AS (Fed rate) lebih cepat dari perkiraan.

Dari dalam negeri, lanjut dia, mata uang rupiah yang kembali bergerak positif menambah sentimen bagi indeks BEI untuk melanjutkan penguatannya. Kendati demikian, potensi penguatan indeks BEI terbatas dikarenakan pelaku pasar saham cenderung menanti kabinet Jokowi dan ekspektasi kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Sementara analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan, secara teknikal, potensi yang terlihat bagi indeks BEI adalah naik setelah mengalami koreksi cukup dalam. Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 257,76 poin (1,11%) ke 23.251,09, indeks Nikkei naik 71,63 poin (0,47%) ke 15.669,61 dan Straits Times menguat 22,17 poin (0,69%) ke posisi 3.248,88. (bani)