Pengusaha Plastik Klaim Siap Berkompetisi - MEA 2015

NERACA

Jakarta – General Marketing Sales and Marketing Sinar Joyo Boyo Plastik, Handoko Saptajaya Sidharta, menegaskan seiring dengan meningkatnya kebutuhan plastik potensi industri plastik nasional masih terbuka lebar. Apalagi nanti saat pagelaran Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 peluang untuk industri plastik akan terus tumbuh, dan perusahaan plastik nasional siap berkompetisi dalam pasar bebas ASEANnanti.

“Saat ini produk plastik yang kami tawarkan menawarkan mutu dan kualitas sesuai dengan standar yang ditetapkan international. Jadi jika nanti pasar bebas Asean berlangsung kami sudah siap berkompetisi dengan perusahaan Asean lainnya,” katanya, kepada wartawan saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/10).

Menurut dia, sambung dia MEA merupakan peluang besar bagi industri plastic, karena diproyeksikan pada pagelaran pasar bebas nanti banyak industri besar maupun kecil bermunculan dan plastik merupakan item yang diperlukan bagi industri lain baik perusahaan besar maupun kecil. “Potensi besar karena didorong oleh kebutuhan masyarakat, disamping itu disokong oleh permintaan dari sektor lain seperti industri makanan/minuman, infrastruktur, otomotif, dunia medis, dam pertanian,” imbuhnya.

Terlebih, menurut Dia lagi bahwa kantong plastik masih menjadi barang komoditi yang belum bisa tergantikan.Terutama untuk menunjang industri UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) termasuk di dalamnya industri fast moving consumer goods (FMCG), kantong plastik masih menjadi primadona masyarakat. "Selain itu, kantong plastik juga harganya lebih ekonomis ketimbang kantong lainnya," jelasnya.

namun demikaian Handoko mengakui, tingginya kebutuhan kantong plastik tersebut memunculkan permasalahan lain berupa timbulnya dampak negatif bagi lingkungan yang diakibat oleh cara penggunaan kantong plastik. “Tapi sayangnya, ditengah potensi yang besar bagi dunia industri plastik. Tapi kelemahan di negara berkembang adalah minimnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan plastic yang baik. Maka dari itu kami akan terus mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat penggunaan dan dampak setelah pemakaiannya, ” terangnya.

Berdasarkan data yang ada, kebutuhan kantong plastik di Indonesia tercatat di tahun 2013 angka kebutuhannnya mencapai 4 juta ton, dan diprediksi kebutuhannya akan terus meningkat hingga 7-8 juta ton pada 2020.

Sedangkan pada kesempatan berbeda, Budi Susanto Sadiman, Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Aromatik, Olefin dan Plastik Indonesia (Inaplas) menargetkan untuk tahun 2014 produksi plastik untuk industri hulu sebesar 4,3 juta ton tahun ini. Angka ini naik 7,5% dibandingkan dengan produksi tahun lalu 4 juta ton.

Pertumbuhan tren kenaikan produksi plastik ini mengikut tren pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan ada di angka 5%-6%. “Adapun realisasi pada semester pertama tahun ini, produksi plastik industri hulu ini tercatat 2,15 juta ton. Banyaknya permintaan pemicu dipicu karena seperti faktor pemilu beberapa waktu lalu, dan hari-hari besar seperti bulan ramadhan dan lebaran haji nanti,” ujarnya. [agus]

BERITA TERKAIT

Baru Dua Anggota Apindo Yang Siap IPO - Momentum Tepat Gelar IPO

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga mencapai rekor baru, dinilai menjadi momentum yang tepat untuk…

Pengusaha Minta BI Tahan Suku Bunga

      NERACA   Jakarta – Kalangan dunia usaha, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap agar Bank Indonesia…

NU Care-LAZISNU Siap Kelola Dana Zakat yang Dihimpun BAZNAS

Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggandeng Lembaga Amil Zakat (LAZ) berbasis Ormas. Enam LAZ Ormas di antaranya NU Care-LAZIS…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

BI : Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan Tak Relevan

      NERACA   Jakarta - Pernyataan bahwa siklus krisis ekonomi di Indonesia akan terjadi setiap 10 tahun sekali…

Jepang Tertarik Bangun MRT Di Jakarta

      NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang…

Empat Provinsi Siaga Karhutla

      NERACA   Jakarta - Sebanyak empat provinsi, yaitu Sumatra Selatan (Sumsel), Riau, Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan…