MMS Gelar Toll Road Tourism SD Binaan

Kamis, 02/10/2014

NERACA

Tangerang -Salah satu program unggulan corporate social responsibility(CSR) dalam bidang pendidikan yang dilakukanolehPT Marga Mandalasakti (MMS), yakni melakukan pembinaan terhadap beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di sekitar Jalan Tol Tangerang-Merak, khususnya di daerah Cikande yaitu SDN Maja, SDN Gorda, SDN Songgom Jaya, SDN Rancailat dan SDN Kosambi serta SDN Koper 2.

Untuk memperoleh suasana belajar yang berbeda, keenam SDN binaan MMS tersebutmengikutiToll Road Tourismke Kantor dan Gerbang Tol Tangerang-Merak pada Selasa (30/9) lalu.Saat ini industripengelolaanjalan tol merupakan salah satu industri yang berkembang pesat. Salah satunya pada ruas tol Tangerang-Merak yang dikelola olehMMSsepanjang 72,45 kilometeryang menghubungkan Tangerang Barat sampai Merak, ujung barat Pulau Jawa dan melalui tiga wilayah, yaitu Tangerang, Serang dan Cilegon.

Manager Environment, Social andResponsibility MMS,Rury Purwantoko berharap,denganTollRoadTourismyang diadakan oleh MMS dapat memberikanpengetahuan dan menambah wawasanbagisiswa-siswiSDN binaan MMSmengenai kegiatan utama dan proses bisnis pengelolaan jalan tol.

Sebanyak 42 siswa dan 12 guru pendamping dari 6SDN binaanberkesempatan untuk melihat secara langsungaktivitas-aktivitaspengelolaan jalan tol.“SDN binaan MMS sudahmenjadi bagiankeluarga bagiMMS. Kami ingin memperkenalkan lebih jauh tentang bisnis jalan tol. Setiap SD mengirimkan perwakilan untuk melihat lebih dekat jalan tol MMS, mulai dari gerbang Cikupahingga Merak,” ujarRury di Tangerang, Banten, kemarin.

Toll Road Tourismini bertujuan memberikan suasana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang berbeda dengan suasana belajar di sekolah. Siswa-siswi juga dapat melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang dipelajari dan membuka wawasan tentang berbagai aktivitas utamaantara lain pengumpulan tol dan manajemen lalu lintas serta pemeliharaan jalan tol.

Selama kegiatanToll Road Tourismsiswa-siswi akan diajak berkeliling ke Kantor dan Gerbang Tol di Cikupa, Serang Timur, dan Merak. Pada kesempatan itu mereka akan melihat mekanisme kerja petugas pengumpul tol dan pengawas, melihat kendaraan patroli, ambulans,rescue truckdantentunya ingin dicoba untuk dinaiki yaitu kendaraansky lift.

Setelah melihat ruangan Sentral Informasi dan Komunikasi (SIK) di kantor gerbang tol Serang Timur, pada akhir kunjungan siswa-siswi akan diajak ke Gerbang Tol Merak untuk melihat batas akhir tol MMS.

“Mereka adalah agen perubahan. Diharapkan mereka dapat menjaga keberlangsungan jalan tol yang lancar, aman dan nyaman. Sebagai seseorang yang intelektual, mereka juga dapat mempengaruhi lingkungan ke arah yang jauh lebih baik lagi,” ucap Rury, menutup pembicaraan. [ardi]