Akhir Pekan, Penguatan IHSG Masih Bertahan

NERACA

Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di tutup menguat 27,372 poin (0,53%) ke level 5.201,379. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 5,696 poin (0,65%) ke level 884,410. Derasnya perburuan aksi beli investor, membawa indeks BEI seharian berada di zona hijau.

Menurut analis HD Capital, Yuganur Wijanarko, sentimen positif dari bursa saham AS dan diikuti mayoritas bursa eksternal mendorong indeks BEI juga bergerak menguat,”Penguatan indeks BEI ditopang sentiment global, “ujarnya di Jakarta, Kamis (25/9).

Di sisi lain, lanjut dia, antisipasi pasar terhadap potensi "window dressing" untuk sembilan bulan terakhir oleh perusahaan manager investasi, serta mengenai susunan kabinet pemerintahan baru membuat pelaku pasar melakukan aksi beli cukup agresif untuk membuat IHSG menguat.

Kata Yuganur, window dressing" merupakan suatu fenomena di pasar modal yang umumnya harga saham akan meningkat seiring spekulasi kinerja emiten lebih baik, serta positifnya data-data ekonomi menjelang akhir tahun,”Bila momentum itu berlanjut, maka indeks BEI bisa melaju ke level batas atas di 5.251 poin dapat terlampui," paparnya.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak menguat. Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat dikoleksi, diantaranya Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Bumi Serpong Damai (BSDE), Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan Multipolar (MLPL).

Pada perdagangan Kamis kemarin, saham-saham konsumer memimpin penguatan. Namun masih ada sektor yang terkena aksi ambil untung investor asing, yaitu industri dasar, dan aneka industri. Investor asing masih terus melepas saham. Transaksinya sore tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) sekitar Rp 500 miliar di pasar reguler.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 194.146 kali dengan volume 5 miliar lembar saham senilai Rp 5 triliun. Sebanyak 181 saham naik, 121 turun, dan 81 saham stagnan. Bursa di Asia masih bergerak mixed hingga penutupan perdagangan, meski sudah diberi sentimen positif dari bursa global. Aksi jual marak terjadi di pasar saham Hong Kong.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 56.550, Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 30.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 72.000, dan BCA (BBCA) naik Rp 400 ke Rp 12.875. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Siloam (SILO) turun Rp 375 ke Rp 15.525, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 275 ke Rp 4.550, Indocement (INTP) turun Rp 275 ke Rp 22.850, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 225 ke Rp 5.500.

Perdagangan sesi pertama, IHSG naik 18,100 poin (0,35%) ke level 5.192,107. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,301 poin (0,38%) ke level 882,015. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 114.121 kali dengan volume 2,3 miliar lembar saham senilai Rp 2,5 triliun. Sebanyak 179 saham naik, 94 turun, dan 69 saham stagnan.

Bursa-bursa regional bergerak mix setelah diawal perdagangan kompak menguat. Pasar saham Hong Kong dan Singapura jaruh ke zona merah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 775 ke Rp 56.575, Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 30.000, Unilever (UNVR) naik Rp 275 ke Rp 31.600, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 26.550. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 275 ke Rp 22.850, Matahari (LPPF) turun Rp 250 ke Rp 16.350, BW Plantation (BWPT) turun Rp 180 ke Rp 540, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 150 ke Rp 5.575.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 27,50 poin atau 0,53% menjadi 5.201,51 seiring dengan bursa saham di kawasan Asia, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 6,89 poin (0,78%) ke level 885,60,”Penguatan bursa AS turut mendorong bursa Asia, termasuk indeks BEI yang naik pada awal perdagangan menyusul data penjualan rumah baru Amerika Serikat yang lebih baik dari estimasi," kata analis Samuel Sekuritas, Aiza.

Dia menambahkan bahwa adanya spekulasi mengenai bank sentral Eropa (ECB) yang akan memberikan stimulus baru setelah data kepercayaan bisnis di Jerman diluar ekspektasi menambah sentimen bagi pasar saham. Dari dalam negri, lanjut Aiza, pasar akan mencemati hasil paripurna DPR terkait keputusan mekanisme Pilkada. Perkembangan terakhir menunjukkan kecenderungan DPR akan memilih Pilkada langsung.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan, nilai tukar rupiah yang kembali mengalami apresiasi dapat menambah sentimen positif bagi pasar saham di dalam negeri,”Berkurangnya kebutuhan dolar AS untuk pembayaran utang jatuh tempo di kuartal III 2014, dan kepentingan AS untuk menjaga target pertumbuhan ekonominya terkait dengan ekspor diharapkan menjaga stabilitas rupiah,”jelasnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 82,97 poin (0,35%) ke 24.004,58, indeks Nikkei naik 178,90 poin (1,11%) ke 16.346,35 dan Straits Times menguat 1,10 poin (0,03%) ke posisi 3.293,91. (bani)

Related posts