Tingkatkan Daya Saing UKM di Indonesia - Citi Luncurkan CMA ke-10

Saat ini sebagian besar pelaku UKM di Indonesia masih banyak yang belum memiliki kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015. Padahal mereka (pengusaha) disamping memiliki tantangan, juga memiliki peluang besar menyongsong MEA. Oleh karena itu, pelatihan-pelatihan bagi pengusaha secara intensif mutlak diperlukan.

NERACA

Belum lama ini Citi Indonesia melalui program kemasyarakatannya, Citi Peka meluncurkan program Citi Microentreprenuership Award (CMA) yang ke-10. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari komitmen Citi untuk mendukung perkembangan usaha mikro beromzet kurang dari Rp200 juta per tahun.

Program yang menggandeng UKM Center-FEUI (UKMC-UI) sebagai mitra pelaksana ini merupakan kegiatan pemberian apresiasi yang berujung pada pelatihan serta bimbingan kepada pelaku usaha mikro yang insipiratif dan bertujuan agar usaha mereka dapat semakin berkembang dan memiliki daya saing yang tinggi. Diharapkan nantinya mereka tidak hanya dapat bersaing pada tingkat nasional, tetapi juga pada tingkat regional maupun internasional.

Country Corporate Affairs HeadCiti Indonesia, Agung Laksamana menjelaskan bahwa Citi Micro Entrpreneurship Awards merupakan inisiatif global yang didanai oleh Citi Foundation dan bertujuan untuk meningkatkan wawasan mengenai pentingya kewirausahaan dan akses keuangan bagi pengusaha mikro. Saat ini CMA telah dilaksanakan di lebih dari 30 negara di dunia dengan total jumlah pemenang mencapai 5.500 pengusaha.

“Sejak awal, Citi telah mengidentifikasi bahwa usaha mikro akan menjadi komponen penting dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu, Citi Indonesia selalu memiliki komitmen tinggi terhadap keberlangsungan program CMA yang kini telah memasuki tahun penyelenggaran yang ke-10,” ujar Agung

Sejak diluncurkan pada tahun 2005, CMA telah mensurvei sebanyak188 pelaku usaha mikro dari seluruh pelosok Indonesia. Dari jumlah tersebut telah terpilih 92 pelaku usaha mikro terbaik dari berbagai kategori yang dikompetisikan. Setelah mendapatkan pelatihan dan bimbingan, para pelaku usaha mikro yang terpilih kemudian mengambil peranan aktif sebagai mentor bagi para pelaku usaha lain di daerahnya.

Pendaftaran peserta CMA 2014 dibuka sejak 8 Agustus hingga30 November 2014. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui situswww.ukmcenter.orgdanwww.cmaindonesia.com. Proses penjurian CMA 2014 akan dilakukan oleh dewan juri dari berbagai kalangan termasuk dari kalangan akademisi, perbankan, media, pengusaha, serta pemerintah. Adapun, pengumuman pemenang CMA 2014 akan dilaksanakan pada 18 Februari 2015.

“Dengan pelaksanaan Citi Mircoentrepreneurship Award yang mencapai tahun ke-10, kami berharap lebih banyak lagi para pelaku usaha mikro unggulan yang dapat berkesempatan mendapat pembekalan dan bimbingan guna mengembangkan usaha mereka,”kata Dewi Meisari Haryanti Kepala UKM Center FEUI.“Melihat prestasi-prestasi yang telah diraih oleh para finalis CMA sebelumnya, kami yakin masih banyak potensi serupa di dalam masyarakat, yang jika dikelola dengan baik, dapat membawa dampak positif terhadap perekenomian Indonesia.”

UKM-Center FEUI

Pada tahun 2005, PBB menetapkan tahun 2005 sebagai International Year of Microcredit dalam rangka penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan usaha mikro kecil. Di tahun yang sama, Dekan Fakultas Ekonomi UI juga merasakan perlunya dibentuk suatu lembaga di bawah payung fakultas yang fokus di kegiatan pengabdian masyarakat, untuk menyempurnakan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat).

Dengan latar belakang tersebut didirikanlah Pusat UKM atau UKM Center FEUI, sebagai unit FEUI yang fokus pada kegiatan pemberdayaan usaha mikro kecil dan pendorongan semangat kewirausahaan. Dengan mengusung moto “Bersama kita membangun ekonomi kerakyatan”, UKM Center FEUI aktif bersinergi dengan berbagai kalangan, baik pemerintah, bisnis, perguruan tinggi, dan berbagai lembaga swadaya masyarakat, dalam rangka mengoptimalkan perannya dan memperluas jangkauan layanannya.

Sampai saat ini kegiatan UKM Center FEUI mencakup penelitian, advokasi kebijakan, pelatihan, pembinaan (mentoring usaha), inkubasi bisnis, pemberian penghargaan, sampai penyaluran kredit.

BERITA TERKAIT

Punya Daya Saing Global, Ekspor Mainan Lampaui US$319 Juta

NERACA Jakarta – Industri mainan menjadi salah satu sektor manufaktur yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Ini tercermin…

Kemenkop Bersinergi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sleman

Kemenkop Bersinergi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sleman NERACA Sleman - Kementerian Koperasi dan UKM bersama Markplus.inc bersinergi dengan Pemda Kabupaten Sleman…

Program SERASI Disebut Mampu Tingkatkan Produktivitas Pertanian

NERACA Jakarta -  Kementerian Pertanian bekerja keras mewujudkan peningkatan produktivitas pertanian melalui program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI). Program tahun…

BERITA LAINNYA DI CSR

Dukung Program Penghapusan Stunting - Indocement Beri Makanan Tambahan Anak Sekolah

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dan juga dukungan kepada pemerintah dalam menghapus stunting atau gizi buruk, manajemen industri…

Peduli Sisi Kemanusiaan - RFB Gelar Donor Darah Diikuti Oleh 200 Peserta

Di balik geliat bisnis PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) di industri bursa berjangka, perseroan selalu menjaga keseimbangan dalam melaksanakan peran…

Komitmen Indosat Sebarkan Pesan Positif - Menyelamatkan Generasi Muda Lewat Bijak Bersosmed

Di era digital saat ini, berbagai macam informasi mudah didapatkan yang tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Dibalik pluas…