OJK Gencar Sosialisasi Pasar Modal Pada Masyarakat

NERACA

Meskipun saat ini peran industri pasar modal belum optimal terhadap pertumbuhan ekonomi, ketimbang industri perbankan. Namun saat ini, industri pasar modal mulai dilirik masyarakat seiring perkembangannya yang terus tumbuh. Hal ini tidak bisa lepas dari komitmen Otoritas Jasa Keuangan bersama lembaga SROnya yang terus agresif meningkatkan sosialisasi dan edukasi soal instrument investasi pasar modal.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan pendalaman industri pasar modal kepada masyarakat luas, mengingat perannya yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Hal ini dikarenakan, karena pasar modal menjadi alternatif pendanaan yang bisa diakses oleh masyarakat dan perusahaan untuk jangka panjang.

”Kebutuhan modal industri perbankan terus dibutuhkan untuk mendukung ekspansi, kita sudah antisipasi ini agar perbankan melakukan go public, pasar modal dapat menjadi salah satu sumber pendanaan,”ujarnya.

OJK sendiri menginginkan pasar modal sebagai sumber pendanaan yang mudah diakses, efisien, dan kompetitif sehingga menjadi sarana investasi yang atraktif dan kondusif, dan menjadi industri yang stabil, tahan uji serta likuid. Maka guna mensukseskan pendalaman pasar modal, OJK telah merancang beberapa kegiatan yang fokus di bidang pasar modal dan salah satunya, gerakan cinta pasar modal.

Menurut Muliaman, melalui pendalaman pasar modal menjadi kunci sukses untuk meningkatkan daya saing pasar modal dalam negeri menghadapi persaingan pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015. Diharapkan, dengan pendalaman pasar modal melalui gerakan cinta pasar modal akan memicu jumlah investor domestik terus meningkat dan juga perusahaan domestik terus bertambah yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Oleh karena itu, guna mempersiapkan persaingan MEA nanti, pasar modal harus mempersiapkan diri agar menjadi menarik dengan mengoptimalkan kemudahaan berinvestasi saham, kompetitif dan memiliki daya tahan. Selain itu juga, penyederhanaan peraturan harus dilakukan agar minat investor makin mengemuka.

Sementara Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito menuturkan, upaya peningkatan pengetahuan masyarakat soal pasar modal tidak hanya melalui sekedar roadshow melalukan workshop dan edukasi. Namun sosialisasi pasar modal juga dilakukan melalui media sosial, dengan dibentuknya portal sosial mengenai pasar modal.

BERITA TERKAIT

SOSIALISASI OMBUDSMAN

SOSIALISASI OMBUDSMAN : Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Lely Pelitasari Soebekty (kedua kiri) berbincang dengan anggota ORI Ninik Rahayu,…

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat - Investor di Kalsel Tumbuh

NERACA Banjarmasin – Besarnya tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengkampanyekan Yuk Nabung Saham dengan menggandeng beberapa perusahaan…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…