Summarecon Bangun 4 Blok Rusunawa - September 2015 Siap Huni

NERACA

Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk akan ambil bagian dari pembangunan empat blok rumah susun sederhana sewa (rusunawa) berlantai 6 di Rawa Bebek, Kawasan Pulo Gebang, Jakarta Timur. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah meresmikan pemancangan tiang pertama (ground breaking) rusunawa yang ditargetkan selesai pada Agustus 2015 dansudah siap untuk dihuni pada bulan berikutnya.

Direktur Summarecon Agung, Adrianto P. Adhi mengungkapkan, pembangunan Rusunawa Rawa Bebek ini akan dikerjakan pada Desember 2014 setelah dilaksanakannya tender, di mana skemanya dilakukan sesuai dengan ketentuan pengembang. Dalam hal ini Summarecon.

Menurut dia, turut sertanya Summarecon mendirikan hunian vertikal bagi masyarakat menengah ke bawah ini merupakan kewajiban perusahaan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan rumah susun yang bermanfaat namun harganya terjangkau bagi warga Jakarta.

"Ini (pembangunan rusunawa) adalah kewajiban kita sesuai Surat Izin Penggunaan Peruntukan Tanah (SIPPT). Sehingga saat kita membuat kewajiban itu semuanya dihitung. Sekarang mereka (Pemprov DKI) lagi butuh (bangun rusunawa), lalu tersedia pula lahan. Makanya kita bangun empat dari total 14 blok," jelas Adrianto, usai ground breaking di Rawa Bebek, Kawasan Pulo Gebang, Jakarta, Rabu (10/9).

Mengenai berapa besar investasi yang bakal dikeluarkan Summarecon, Adrianto belum berani mengungkapkan. Alasannya karena pihaknya sampai saat ini masih menghitung nilai investasi yang akan keluar setelah proyek tender dilakukan.

"Ini sebenarnya kewajiban. Artinya, adalah perhitungan ada di biro tata ruang Pemprov DKI. Jadi untuk biaya dan investasinya saya belum bisa diungkapkan," katanya. Setelah proyek ini rampung, sambung Adrianto, seluruh pengelolaan dan operasionalnya akan diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta, termasuk penentuan tarif sewa.

Rusunawa Rawa Bebek dibangun oleh Summarecon tepat di pinggir Banjir Kanal Timur (BKT). Rusunawa ini rencananya terdiri dari empat blok rusun yang masing-masing memiliki 6 lantai, pada lantai dasar digunakan sebagai ruang publik. Sedangkan di lantai 2-6 akan digunakan hunian warga yang dapat diakses melalui tangga dan lift. Setiap lantai hunian terdiri dari 20 unit kamar susun dengan jumlah total seluruh blok sebanyak 400 unit.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perumahan Pemprov DKI Jakarta, Yonathan Pasodung menjelaskan, pemerintah daerah akan menerapkan tarif sewa kamar dengan harga yang sangat terjangkau.

"Sesuai Perda Retribusi, yaitu Nomor 3 Tahun 2007. Lengkap semua penjelasannya, kisaran Rp150.000-280.000 per bulan untuk terprogram. Kalau tidak terprogram atau untuk warga umum sekitar Rp300.000-380.000 per bulan," terangnya.

Rusunawa Rawa Bebek dibangun di atas lahan milik Pemprov DKI Jakarta seluas 176.448 meter persegi. Pembangunan ini dilakukan berdasarkan DED yang sudah disiapkan oleh Dinas Perumahan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. [ardi]

BERITA TERKAIT

Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat - Jangkau Luas Rumah Layak Huni

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Kota Sukabumi September Alami Deflasi 0,02 Persen

Kota Sukabumi September Alami Deflasi 0,02 Persen NERACA Sukabumi - Jika di bulan Agustus 2017 Kota Sukabumi mengalami inflasi sebesar…

Askrindo Syariah Siap Lebarkan Sayap

Askrindo Syariah Siap Lebarkan Sayap NERACA Jakarta - Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB)  PT Jaminan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

Luhut Sebut Ada Kesempatan Tingkatkan Peringkat Investasi

  NERACA Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan adanya peluang peningkatan peringkat layak investasi (investment grade)…

Mesin Taiwan Mampu Hemat 30%

  NERACA Cikarang - Taiwan mulai fokus untuk memproduksi mesin mesin dengan teknologi tinggi namun dengan harga yang cukup rendah,…