Kementan Launching Katam Terpadu - Tingkatkan Produksi Pangan

NERACA

Jakarta – Bencana alam yang sering melanda negeri ini menjadikan produktivitas panen komoditas pangan menurun. Untuk mengantisipa, sinya Kementrian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Badan Litbang) me launching Kalender Tanam (Katam) Terpadu MH 2014/2015.

Haryono Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Badan Litbang) Kementerian Pertanian, mengatakan katam terpadu 2014 ini merupakan upgrade dari tahun sebelumnya, Kata mini memuat informasi, cuaca dan gejala-gejala bencana jadi para petani bisa mengetahui kapan mulai tanam. “Fungsi dari Katam ini mampu memberikan informasi kepada petani kapan mulai tanam,” katanya kepada Wartawan sesaat setelah me-launching Katam Terpadu, di Jakarta, Senin (8/9).

Karena apa, saat ini adanya perubahan iklim maka setiap daerah jadwal tanam ada yang maju dan mundur . dengan adanya Katam maka jadwal tanam petani bisa menyesuaikan sehingga produksinya bisa lebih baik. “Di Indonesia musim tanam sangat bergantung terhadap cuaca, jika cuacanya sedang tidak bagus akan sangat mempengaruhi produksi. Dengan Kata mini maka panen bisa dengan tepat sehingga produksi bisa lebih baik,” imbuhnya.

Oleh karenanya saya menghimbau kepada pemerintah daerah baik propinsi, kabupaten, penyuluh hingga pokdakan agar dapat mensosialisasikan informasi ini langsung kepada petani agar para petani bisa mendapatkan updating informasinya. “Keberhasilan program ini tentu perlu bantuan dan dukungan dari pemerintah daerah, penyuluh hingga pokdakan karena mereka yang langsung bersinggungan dengfan petani,” ujarnya.

Dengan program ini, meski tidak menyebutkan besaran target produksi, tapi dirinya menyebutkan pasti ada kenaikan meski tidak terlalu signifikan. Harapannya produksi padi dapat dicapai dengan tingkat risiko kekeringan seminimum mungkin, dibarengi dengan pemanfaatan lahan sawah dapat lebih optimal melalui penanaman jagung atau kedelai.

“Program maupun kebijakan yang dikeluarkan biasanya terlihat setelah setahun berjalan, saat ini kami belum bisa menargetkan. Tapi yang jelas pasti ada peningkatan produksi karena jika para petani mau mengikuti program ini hasil panennya lebih bagus,” ucapnya.

Apalagi sambung dia lagi, jika pemerintah mendatang dapat memperbaharui atau pun meningkatan infrastruktur pertanian maka dipastikan produksi petani dapat meningkat. “Kunci utama disektor pertanian adalah infrastruktur, jika infrastruktur lebih baik maka investasi lebih banyak masuk produksi bisa lebih baik. Inilah yang kita harapkan dari pemerintah baru nanti,” tegasnya.

Disamping itu, masalah yang harus diselesaikan agar petani kita bisa berproduksi lebih baik adalah tekhnologi. Jika tekhnologi bisa dikuasi maka produksi pangan nasional bisa lebih baik. “Infrastruktur, tekhnologi itulah yang bisa mendorong produksi pertanian nasional bisa lebih baik,” tukasnya. [agus]

BERITA TERKAIT

Perdagangan Internasional - Indonesia Berupaya Tingkatkan Ekspor Produk Mode ke Perancis

NERACA Jakarta – Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian mendukung upaya untuk meningkatkan ekspor produk mode ke Paris.…

Volkswagen Segera Mampu Produksi 15 Juta Mobil Listrik

Volkswagen mengumumkan akan memiliki kapasitas untuk membangun hingga 15 juta mobil listrik selama beberapa tahun ke depan, berdasarkan laporan Reuters…

Kadar Lemak Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Kelebihan lemak pada tubuh kerap dihubungkan dengan risiko penyakit kardiovaskular atau diabetes. Namun, penelitian teranyar justru menemukan adanya keterkaitan antara…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Aturan Taksi Online Diteken Menhub

      NERACA   Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah menandatangani peraturan baru taksi daring setelah Peraturan…

Utang Luar Negeri Naik Jadi Rp5.227 Triliun

      NERACA   Jakarta - Utang luar negeri Indonesia meningkat 5,3 persen (tahun ke tahun/yoy) pada akhir Oktober…

Pekerja Migran Bantu Devisa Negara

    NERACA   Sukabumi - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan keberadaan pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI)…