OJK Ingin Meniru Kemajuan di Tiongkok - Literasi Keuangan Pasar Modal

NERACA

Jakarta –Mengahadapi persaingan pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, industri keuangan di Indonesia belum bergerak agresif. Hal ini dipicu minimnya masyarakat Indonesia yang menggunakan fasilitas perbankan. Tengok saja, berdasarkan survei dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia saat ini masih minim, yakni hanya 21,8%.

Disebutkan, dari jumlah tersebut, sektor perbankan menguasai tingkat literasi tersebut. Sementara di sektor pasar modal baru 0,11% masyarakat yang memanfaatkan industri tersebut. Jadi, masyarakat Indonesia cenderung awam soal sektor keuangan yang satu ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengungkapkan, hal ini berbanding terbalik dengan negara Tiongkok yang sudah terbiasa dalam instrumen pasar modal. Bahkan, menurutnya, sopir taksi di sana pun bermain saham,”Masyarakat kita yang melek keuangan masih sangat kecil. Kalau kita ke Tiongkok, sopir-sopir taksi itu ketika menunggu penumpang dan antrean panjang yang dia cek melalui HP adalah perkembangan harga saham. Artinya, sudah begitu dalam partisipasi masyarakat terutama untuk memperdalam pasar modal karena dana-dana mereka ini adalah dana jangka panjang nantinya. Kita perlu dorong ini,”paparnya di Jakarta, kemarin.

Oleh sebab itu, lanjut Muliaman, pihaknya akan mendorong masyarakat untuk melek keuangan di berbagai sektor seperti pasar modal dengan memberikan kemudahan akses,”Saya kira ini mesti kita dorong sama-sama dengan cara memiliki surat-surat berharga. Rasanya ini menjadi penting bagaimana akses layanan jasa keuangan ke depan dipermudah sehingga sumber pembiayaan semakin luas," katanya.

Muliaman menyebutkan bahwa saat ini total jumlah investor ritel di pasar modal masih sangat minim. Hanya sekitar 400 ribu dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa,”Per hari ini jumlah investor ritel hanya 400 ribuan yang di pasar modal. Pasar modal belum banyak menjadi perhatian. Saya ingin dorong pemanfaatan ini. Bagaimana merumuskan agar lembaga keuangan ini bisa menjual surat berharga kepada masyarakat kecil dan membeli tidak perlu ke bank bisa lewat supermarket-supermarket terdekat," tutup Muliaman.

Sebagai informasi, guna meningkatkan minat pelaku pasar modal di masyarakat, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus melakukan pembenahan dan termasuk pengembangan infrastruktur modal dasar yang dinilai penting untuk mempermudah investasi di pasar modal,”Sesuai dengan komitmen KSEI bahwa implementasi yang telah dilaksanakan harus terus dievaluasi dan perlu dilakukan pengembangan berikutnya untuk memenuhi kebutuhan pasar, KSEI tengah berupaya melaksanakan pengembangan fungsi beberapa infrastruktur yang telah diimplementasikan,”kata Direktur Utama KSEI, Heri Sunaryadi. (bani)

BERITA TERKAIT

Sektor Produksi - Industri Galangan Kapal Ingin Bea Masuk Komponen Diturunkan

NERACA Jakarta – Industri galangan kapal menginginkan bea masuk komponen diturunkan dari 5-12 persen menjadi hingga nol persen untuk meningkatkan…

Ekonomi Global Melambat - Fund Rising di Pasar Modal Masih Rendah

NERACA Jakarta – Kendatipun minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal cukup besar dan berbagai aksi korporasi berupa penerbitan…

Tunggu Pernyataan Efek Efektif OJK - Krida Jaringan Bidik Dana IPO Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Menyatakan siap mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk tengah menunggu pernyataan efektif penerbitan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…