BI Yakin Cadangan Devisa Naik Terus

Saat ini Capai US$123 M

Senin, 22/08/2011

NERACA

Jakarta---Bank Indonesia (BI) menegaskan sampai pekan kedua Agustus 2011, cadangan devisa RI sudah menembus USD123 miliar. Jumlah tersebut naik dari posisi akhir Juli 2011, sebesar USD122,7 miliar. "Posisi sekarang sekitar USD123 miliar lebih,” kata Direktur Riset dan Kebijakan Moneter BI, Perry Warjiyo saat ditemui wartawan di Gedung BI, Jakarta, Jumat (19/8)

Bahkan Perry optimis cadangan devisa ini terus bertambah hingga akhir Agustus 2011. Alasanya capital inflow masih terus mengalir. “Sampai akhir bulan kemungkinan akan naik selama penerimaan devisa masih terus tinggi, seiring dengan capital inflow (aliran masuk modal asing) masuk, naturalnya cadangan devisa akan tetap naik," ujarnya

Bank sentral melihat walaupun ada pengeluaran dana untuk intervensi rupiah, namun trennya diperkirakan tetap akan bertahan sampai akhir tahun. "Yang kita keluarkan kemarin kan tidak terlalu besar, Anda lihat sendiri dari 5 Agustus cadangan devisa kita naik atau enggak," tambahnya

Lebih jauh dia mengatakan, sampai saat ini, penerimaan minyak dan gas, serta ekspor Indonesia masih sangat besar, jauh lebih besar dari kebutuhan menstabilkan nilai tukar rupiah sehingga cadangan devisa akan tetap naik. "Nilai tukar stabil. Kita punya prosedur yang sudah baku, kita bisa atasi gejala eksternal dengan baik," imbuhnya

Sebelumnya, Presiden SBY dalam pidato nota keuangan RAPBN 2012 sempat membanggakan karena cadangan devisa Indonesia telah tumbuh sebesar 350% menjadi USD123,2 miliar pada awal Agustus 2011 dibandingkan dengan tahun 2004 yang Cuma USD36,3 miliar.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan, dari sisi perdagangan internasional, neraca transaksi berjalan mengalami surplus sekitar USD5,6 miliar pada tahun 2010 dan sekitar USD2,3 miliar sampai dengan bulan Juni tahun 2011. “Kondisi ini juga disertai dengan terjadinya surplus neraca modal,”paparnya.

Apalagi, kata Kepala Negara, arus modal asing masih terus mengalir ke dalam negeri. “Seiring dengan meningkatnya arus modal masuk ke negara kita, yang dalam semester pertama tahun ini naik sekitar USD6,8 miliar dari posisi akhir tahun 2010,” jelasnya

Di sisi lain, untuk mengantisipasi terjadinya pembalikan arus modal masuk dan dampak buruk penurunan ekonomi global, pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah pengamanan.

Langkah itu merupakan kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) untuk pembelian Surat Berharga Negara (SBN), pembelian kembali SBN dengan dana APBN, pembentukan dana stabilisasi obligasi, dan penyiapan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk mendukung stabilisasi pasar SBN domestik. “Langkah antisipasi ini kita lakukan untuk memberikan sinyal positif bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini aman dan baik. Langkah-langkah ini, Insya Allah dapat meningkatkan kepercayaan dan keyakinan bagi para pelaku ekonomi,” jelas dia. **cahyo