Mudahkan Investor Lewat Jaringan Perbankan - KSEI Gandeng Bank Mandiri

NERACA

Jakarta – Sukses menjalin kerjasama dengan PT Bank Permata Tbk, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali melanjutkan kerjasama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk Co-Branding fasilitas kartu Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes).

Direktur Utama KSEI, Heri Sunaryadi mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan inisiatif strategis KSEI terkait rencana pengembangan infrastruktur pasar modal dalam lima tahun kedepan yang difokuskan pada dua target, yaitu bagi pelaku pasar dan masyarakat umum yang menjadi investor,”Bagi para pelaku, saat ini KSEI juga tengah mengembangkan sistem C-BEST Next-G sebagai sistem utama untuk penyimpanan dan penyelesaian transaksi Efek serta akan membangun sistem pengelolaan investasi terpadu bagi pelaku di industri Reksa Dana,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (1/9).

Dikatakan Heri, pasar modal Indonesia diharapkan dapat berkembang cepat dan untuk mengantisipasi perkembangan di pasar internasional seperti masyarakat ekonomi ASEAN diperlukan strategi pengembangan yang dapat menjawab kebutuhan pasar akan ketersediaan infrastruktur yang secara efisien dapat mendukung perkembangannya ke depan.

Heri lebih lanjut mengungkapkan, perlunya pengembangan infrastruktur yang dapat menjangkau pelosok wilayah Indonesia sehingga terbuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses yang mudah dalam melakukan kegiatan investasi di pasar modal. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak investor lokal yang terlibat di pasar modal,” Sinergi dengan perbankan diharapkan bisa menjadi solusi, karena pengembangan infratruktur ini memerlukan investasi yang sangat besar dan akan memakan waktu sangat lama bila dilakukan sendiri oleh industri pasar modal,”kata Heri.

Menurutnya, kerja sama dengan perbankan merupakan langkah awal untuk mengembangkan fasilitas AKSes menjadi suatu hub finansial bagi investor di pasar modal. Luasnya jaringan ATM bank yang dilengkapi dengan fasilitas lain seperti internet dan mobile banking serta kemudahan penggunaannya diharapkan dapat mendukung kegiatan berinvestasi di pasar modal yang lebih mudah dan memasyakat, “Pada tahap awal ini investor melalui ATM, internet banking atau mobile banking dapat masuk ke fasilitas AKSes untuk melakukan cek saldo rekening dana nasabah (RDN) dan saldo Efek nasabah di KSEI. Ke depan kita akan terus kembangkan, sehingga cukup dengan memiliki nomor Single Investor Identification (SID), investor dapat melakukan berbagai aktivitas investasi di pasar modal, misalnya untuk melakukan pembelian saham IPO, ORI atau Sukuk Ritel atau melakukan subscription atau redemption reksadana,"ungkapnya.

Berdasarkan data KSEI, saat ini masih sekitar 60% dari total nilai Efek yang diperdagangkan di BEI dimiliki oleh investor asing. Dari sisi jumlah, saat ini juga baru tercatat sekitar 330 ribu warga Indonesia yang menjadi investor di pasar modal dan tercatat memiliki Sub Rekening Efek di KSEI, atau kurang dari 1% dari total sekitar 230 juta rakyat Indonesia. (bani)

BERITA TERKAIT

HM Sampoerna Perkuat Jaringan Kemitraan - Tingkatkan Daya Saing Agro Industri

NERACA Jakarta - Dalam rangka meningkatkan daya saing sektor agro industri nasional, PT HM Sampoerna Tbk sebagai produsen rokok terus…

Keppel Land Garap Proyek Properti Rp 1 Triliun - Gandeng Metropolitan Land

NERACA Jakarta - Keyakinan pasar properti di Indonesia masih tetap positif, Keppel Land Limited (Keppel Land) kembali menggarap pasar Indonesia…

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…