Melalui CSR, Tujuan Utama Perusahaan Dapat Terpenuhi

Jumat, 19/08/2011

NERACA- Tentu semua perusahaan memiliki satu tujuan utama, yaitu mendapatkan keuntungan dari seluruh kegiatan produksi dalam bisnisnya. Tapi apakah dengan melakukan kegiatan Corporate Sosial Responsibility (CSR), tujuan utama tersebut dapat terpenuhi?

Telah ditunjukkan oleh banyak studi kasus, bahwa perusahaan memperoleh banyak keuntungan bila keberadaan jangka panjangnya terjamin. Keberlangsungan perusahaan ini erat berkait dengan reputasi, yang diperoleh melalui hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan.

Di era ini, CSR menjadi pilihan menjaga keberlanjutan eksistensi perusahaan, yaitu melalui menjalin reputasi baik dengan masyarakat sekitar yang berada dekat dengan perusahaan tersebut berdiri, dan bukan melalui hubungan dengan kekuatan menekan atau mengekang.

Bila perusahaan hanya mementingkan keuntungan finansial jangka pendek dan mengorbankan aspek sosial dan lingkungan sekitar, tentunya dapat menimbulkan berbagai dampak. Contohnya, ketidakpedulian terhadap aspek sosial akan menuai protes masyarakat yang bisa mengganggu operasinya, hal itu dapat ditunjukkan dengan kegiatan demonstrasi atau pun pemboikotan. Sedangkan terhadap aspek lingkungan, bukan hanya respon buruk dari masyarakat yang akan didapat, melainkan juga dari pemerintah.

Akibatnya, selain biaya operasi membengkak, reputasi perusahaan tercoreng dan pada gilirannya dicerminkan dengan turunnya nilai saham. Implikasi berikut yang mengancam adalah keengganan investor membiayai proyek baru. Lain halnya jika perusahaan telah menjalankan kegiatan CSR dengan sebaik-baiknya, maka hal tersebut dapat mendatangkan inverstasi yang sangat berharga. Seperti misalnya, hubungan baik yang terjalin antara pihak perusahaan dengan masyakat sekitar, yang mana akan berdampak pada keberlanjutan perusahaan itu sendiri.