Whiz Prime Sasar Kaum Ekspatriat

Targetkan Okupansi 70%

Senin, 14/07/2014

NERACA

Cikarang - Pengembang Ispi Group dan Intiwhiz Hospitality Management meluncurkan hotel pertamanya yang berada di kawasan niaga Cifest Walk Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, bernama Whiz Prime Cifest. Hotel kategori bintang tiga ini mempunyai 122 kamar dan dilengkapi 8 ruang pertemuan berkapasitas hingga 300 orang.

Direktur Utama Intiwhiz Hospitality Management, Moedjianto Soesilo Tjahjono mengatakan, investasi membangun hotel tersebut sebesar Rp70 miliar. “Itu sudah termasuk struktur bangunan dan tanah. Hotel kita pun letaknya dekat dengan kawasan industri seperti MM2100, Jababeka City, dan East Jakarta Industrial Park,” ujarnya, saat konferensi pers soft opening Whiz Prime Cifest, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (12/7) pekan lalu.

Lebih lanjut dia menuturkan, permintaan sektor komersial perhotelan semakin menguat seiring pertambahan jumlah ekspatriat atau orang asing yang tinggal dan berkantor di Cikarang. Seperti diketahui, jumlah orang asing yang bekerja sekitar 35 ribu.

Dengan demikian, lanjut Moedjianto, pihaknya optimistis bisa menargetkan okupansi atau tingkat hunian Whiz Prime pada akhir tahun ini sekitar 70%-75%. Sedangkan pada 2015 target okupansi di atas 75%.

“Inilah alasan mengapa Whiz Prime dibangun, karena kebutuhan terhadap hotel di kawasan ini cukup tinggi. Apalagi target kami ekspatriat. Whiz Prime adalah merek (brand) terbaru Intiwhiz. Sebelumnya sudah ada Grand Whiz dan Whiz. Hotel kami hanya berjarak 5 kilometer dari Tol Cikarang Barat,” terangnya. Moedjianto juga menambahkan, untuk periode 12 Juli-31 Agustus 2014, Whiz Prime meluncurkan promo khusus yang dibuka dari harga Rp448 ribu per hari.

La Fenza

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama ISPI Group, Preadi Ekarto mengungkapkan, dengan nilai investasi lebih dari Rp500 miliar pihaknya telah menyiapkan Rp300 miliar untuk ekpansi bisnis ke depannya.

“Kami terus mengembangkan kawasan Cifest Walk, Cifest Hill dan Vila Mutiara Cikarang seluas lebih dari 230 hektar, lengkap dengan apartemen, hunian modern dan kawasan komersial. Ini akan menjadi yang terlengkap di Cikarang dengan ratusan ritel, food and fun Giant Ekspres, Matador Waterpark, Starmoon Recreation and Culinary Area. Semuanya akan dibuka pertengahan tahun 2015,” jelas Preadi.

Bersamaan dengan topping-off Whiz Prime dan pembukaan Café Palazzo Kopitiam, Ispi Group juga meluncurkan produk terbarunya, La Fenza Shopping Arcade, yaitu ruang usaha yang berada di Jalan Utama Cifest Hill yang merupakan pusat dari area yang dikembangkan.

“La Fenza kami pasarkan dengan harga Rp400 juta,” tambahnya. Terlebih dalam 4 tahun terakhir, harga properti di Cikarang selalu meningkat. Untuk unit rumah toko (ruko) saja, harganya sekarang sudah mencapai Rp1,6 miliar dari sebelumnya yang hanya Rp350 juta per unitnya.

Meskipun harganya melonjak, tak membuat unit ruko sepi. Saat ini, imbuh Preadi, 550 unit ruko 1 lantai hingga 3 lantai telah terjual Pembelinya pun berasal dari kalangan investor ritel, otomotif, kuliner dan pelayanan jasa yang menunjang kelangsungan bisnis.

“Dari sisi investasi, sejak dibuka pertama kali tahun 2013 sampai sekarang, Cifest Walk termasuk produk properti yang sangat cepat mengalami peningkatan marjin keuntungan sekitar 35 % setiap tahunnya,” tandasnya. [ardi]