Sentimen Pilpres, Picu Minat IPO Makin Tinggi

Telah Listing Capai 500 Emiten

Jumat, 11/07/2014

NERACA

Jakarta – Hasil pemilu presiden (Pilpres) yang menyisakan perbedaan hitung cepat atau quick count mendapatkan perhatian dari pelaku pasar modal. Namun kondisi ini tidak mempengaruhi signifikan terhadap minat investor untuk tetap bertransaksi saham di pasar modal dan juga minat perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tercatat, diawal perdagangan saham Kamis kemarin, BEI kembali mencatatkan emiten baru PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) sebagai emiten ke-16 tahun ini. Maka dengan demikian, total jumlah perusahaan tercatat di pasar modal bertambah menjadi sebanyak 499 emiten,”Tinggal satu perusahaan lagi maka jumlah perusahaan tercatat di Bursa menjadi 500 emiten,”kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, Kamis (10/7).

Dia menambahkan, dengan bertambahnya jumlah emiten diharapkan likuiditas pasar modal Indonesia terus meningkat sehingga akan menarik minat investor baik dari dalam negeri maupun global. Samsul mengatakan hal-hal yang penting dilakukan perusahaan setelah menjadi perusahaan tercatat di BEI yakni terus meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).”Dengan GCG yang baik maka saham yang tercatat di Bursa akan menjadi saham unggulan," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Penilaian BEI, Hoesen, minat perusahaan IPO tetap tinggi tahun ini. Terlebih, saat ini kondisi pasar cukup kondusif di tengah kontroversif perbedaan hitung cepat pilpres oleh lembaga survei, “Menguatnya indeks harga saham gabungan pasca pemilihan presiden membuat kita optimis target 30 emiten yang melantai di bursa tercapai pada tahun ini,”ungkapnya.

Hoesen menjelaskan, pada tahun ini BEI menargetkan akan ada 30 emiten dan sekarang sudah tercatat sebanyak 16 emiten. Sebelumnya, PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) sudah mencatatkan saham perdana (listing) dan rencananya akan ada dua lagi yang segera listing,”Maka bila ditotalkan, sudah mencapai 18 emiten yang listing,”tuturnya.

Setidaknya sudah ada satu perusahaan yang masuk pipeline dan sisanya masih dalam proses. Dimana calon emiten yang balak listing memakai buku laporan keuangan Juni dan tinggal menunggu hasil audit, “Kalau audit laporan keuangan paling akhir bulan Juli. Calon emiten yang bakal listing, diantaranya sektor ritel, yang Toko Buku itu," pungkasnya.

Sementara perdagangan saham perdana Mitrabara Adiperdana Tbk dengan kode perdagangan MBAP dibuka naik 10,77% menjadi Rp1.440 per saham dari harga penawaran Rp1.300 per lembar saham.Dalam pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) itu, perseroan melepas sebanyak 245.454.400 saham ke publik atau setara 20 persen saham dari modal setor. Dengan demikian, perseroan meraih dana IPO sebesar Rp319,09 miliar. Mitrabara Adiperdana Tbk merupakan perusahan batu bara berbasis di Kalimantan Utara.

Direktur Utama MBAP Khoirudin mengatakan, dukungan dan sambutan yang diberikan oleh pasar modal di Indonesia hingga perusahaan dapat mencatatkan sahamnya di BEI merupakan bukti kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan,”Nantinya, dana dari hasil IPO akan digunakan perseroan untuk pengembangan fasilitas pelabuhan, "overhaul", modal kerja dan belanja modal perseroan,”ungkapnya.

Sebagai informasi, berikut 16 perusahaan yang telah melantai di BEI yakni, PT Bank Panin Syariah Tbk (PNBS), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), PT Asuransi Mitra Maparya Tbk (ASMI), PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI), PT Tunas Alfin Tbk (TALF), PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), PT Wika Beton Tbk (WTON), PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA), PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK), PT Link Net Tbk (LINK), PT Chitose International Tbk (CINT), PT Magna Finance Tbk (MGNA), PT Batavia Prosperindo International Tbk (BPII), PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP). (bani)