Garuda Tambah Saham di Gapura Angkasa - Investasikan dana Rp 105 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana menambah kepemilikan saham di PT Gapura Angkasa dengan mengakuisisi 456.960 lembar atau 21,25% saham PT Gapura Angkasa milik PT Angkasa Pura (AP) I senilai Rp105 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarrta, kemarin.

Disebutkan, alasan Garuda Indonesia menambah transaksi kepemilikan saham di PT Gapura Angkasa lantaran ingin meningkatkan layanan kepada pengguna jasanya. Sementara PT Gapura Angkasa merupakan salah satu entitas yang berperan dalam proses penyediaan layanan ground handling bagi pengguna jasa perseroan.

Layanan ground handling yang diberikan Gapura Angkasa, meliputi penyediaan jasa ground handling, warehousing, pengelolaan executive lounge, pengumpulan passenger service collection (PSC) dan jasa pelayanan hospitality dengan wilayah operasi tersebar di bandara di Indonesia. Dengan jumlah nilai rencana transaksi sebesar 0,77% dari jumlah ekuitas perseroan, maka rencana transaksi afiliasi tersebut bukan merupakan transaksi material dan tidak diwajibkan persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Jumlah ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan diaudit per 31 Desember 2013 sebesar USD1,12 miliar.

Dengan terealisasinya transaksi ini, maka perseroan akan menjadi pemegang saham mayoritas PT Gapura Angkasa atau dengan kepemilikan saham mencapai 58,75%. Adapun pemegang saham Gapura Angkasa sebelum transaksi, yakni PT Garuda Indonesia Tbk sebesar 37,5%, PT AP I dan AP II masing-masing sebanyak 31,25%.

Diharapkan, akuisisi ini memberi dampak signifikan terhadap kinerja dan layanan perusahaan. Selain itu, perseroan juga berharap akan lebih fleksibel dalam menjalankan kegiatan bisnis dan operasional yang mendukung bisnis inti perusahaan. Belum lama ini, perseroan telah melakukan percepatan pelunasan utang (voluntary prepayment) atas pinjaman Export Credit Agency (ECA) dan commercial lenders (CL) senilai US$62,5 juta pada 23 Juni 2014.

Kata Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia Tbk, Handrito Hardjono, pinjaman tersebut diperoleh dari sindikasi lebih dari 15 bank, di antaranya Lloyds Bank Plc. sebagai agent dan security trustee, BNP Paribas dan Credit Agricole Corporate and Investment Bank pada 1996 dan telah direstrukturisasi sepenuhnya pada 2010.

Menurut dia, dengan percepatan pelunasan utang, maka perseroan mendapatkan kembali jaminan berupa kas dan dana maintenance reserve senilai US$14 juta, yang dijaminkan dalam bentuk rekening kreditur, “Perseroan nantinya memperoleh kepemilikan atas enam unit pesawat tipe A330-300, yang selama ini menjadi underlying asset atas pinjaman tersebut," ujarnya.

Selain itu, dengan pelunasan utang dipercepat ini, perseroan tidak lagi terkait dengan covenant dari ECA dan CL yang salah satunya adalah pembatasan perseroan dalam melakukan pembagian dividen. Hal ini selanjutnya diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan perseroan. (bani)

BERITA TERKAIT

Trans Power Bagi Dividen Rp 26,6 Per Saham

NERACA Jakarta – Sukses mencetak pencapaian kinerja keuangan yang apik sepanjang tahun lalu, mendorong PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)…

Danai Belanja Modal - Bima Sakti Lepas 625 Juta Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Di saat bisnis properti masih tertekan, rupanya belum menyurutkan rencana PT Bima Sakti Pertiwi untuk go public.…

Blue Bird Bagikan Dividen Rp 73 Per Saham

NERACA Jakarta – Rapat  umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Blue Bird Tbk (BIRD) memutuskan untuk menebar dividen atas laba…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Wintermar Raih Kontrak US$ 75,8 Juta

Perusahaan pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) mengantongi kontrak berjalan senilai US$75,8 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun dengan…

Bayar Utang Eksisting - TBIG Bakal Rilis Global Bond US$850 Juta

  NERACA Jakarta –Danai pelunasan utang yang jatuh tempo, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar…

Kalbe Farma Tebar Dividen Rp 1,22 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp1,22 triliun atau Rp26 per saham untuk tahun…