Saham Saraswati Kembali Diperdagangkan

Cukup lama dihentikan sementara (suspense) perdagangan saham PT Saraswati Griya Lestari Tbk (suspensi) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI), akhirnya saham perseroan kembali diperdagangkan setelah suspensinya di cabut pihak BEI. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group 2 BEI Umi Kulsum, suspensi tersebut dibuka merujuk pada surat perseroan, berupa laporan hasil paparan publik insidentil, laporan keuangan interim dan tahunan serta penjelasan penghentian sementara perdagangan efek perseroan,”Bursa memutuskan melakukan pencabutan penghentian sementara perdagangan efek PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL) di seluruh pasar terhitung sejak sesi I perdagangan efek hari ini,”ujarnya.

Sekedar informasi, BEI telah melakukan suspensi pada saham HOTL sejak 2 Mei 2014 lantaran perseroan tidak melaporkan surat utang yang diterbitkan dalam laporan keuangaannya. Di sisi lain, dana hasil penerbitan surat utang digunakan oleh induk usahanya. Sarawasti Griya Lestari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan sektor pariwisata, restoran dan perhotelan. Adapun pemegang saham mayoritas perseroan adalah PT Tiara Realty dengan kepemililan mencapai 81,97%.(bani)

BERITA TERKAIT

BEI Kembali Perdagangkan Saham GTBO

Sejak disuspensi di 2015 lalu, kini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperdagangkan saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)…

KOTA SUKABUMI - Sempat Langka, Gas LPG 3 Kg Kembali Stabil

KOTA SUKABUMI Sempat Langka, Gas LPG 3 Kg Kembali Stabil NERACA Sukabumi - Sempat terjadi kelangkaan terhadap liquefied petroleum gas…

BEI Bakal Tambah Tiga Sektor Saham Baru - Perbanyak Perusahaan Go Public

NERACA Jakarta – Dalam rangka meningkatkan likuiditas dan transaksi harian di pasar, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menambah tiga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…